Malam temaram dan kabut seolah menjadi teman setia yang baik hati terhadap Ki Wira Sentanu di sudut jalan. Orang ini menguatkan tekad untuk menunggu hingga Agung Sedayu keluar dari kediaman Pangeran P...
Di bagian depan kediaman Pangeran Purbaya. Pengawal yang menerima laporan kedatangan Agung Sedayu bergerak cepat melewati pendapa lalu halaman dalam yang basah dengan embun. Beberapa pelayan yang masi...
Rupanya orang-orang yang pergi ke arah Kali Progo tidak terlalu banyak. Dua penunggang melaju pelahan dari arah barat, Baru terlihat lagi ada kuda dari jarak yang cukup jauh. Dua orang ini, Ki W...
Di lereng Gunung Arjuna, terdapat sebuah jalur perdagangan tua yang menghubungkan kekuasaan, emas, dan kematian. Jalur Banengan. Para saudagar melintasinya dengan pengawal bersenjata. Namun kabut pegu...
Sukra berjalan tenang bersama dua prajurit menuju arah pedukuhan induk. Antara Sukra dan dua prajurit itu tidak banyak bercakap tapi isi pikiran mereka cukup mendapatkan bekal untuk mengembara. Sukra—...
Demak sedang berada di puncak kejayaan, tapi di balik kemegahan itu, bara penentangan terjaga diam-diam. Para tumenggung tua, adipati wilayah timur, dan bangsawan pewaris Majapahit ternyata menyimpan ...
“Aku menemukan pliridan di sini,” terdengar seseorang berkata tidak terlalu jauh dari tempat mereka bersembunyi. Hampir bersamaan dengan itu terdengar kecipak air ketika beberapa orang bergegas mendek...
Di depan bilik kerjanya, Ki Prana Aji telah menunggu. Sikapnya tegak dan tatap matanya seperti sedang mencemaskan sesuatu. “Ki Tumenggung,” sapanya pelan pada Agung Sedayu yang sudah berada di dekatny...
Suasana di ruang dalam kediaman Ki Gede Menoreh terasa begitu berat seolah dinding-dinding dan tiang penyanggah ikut memikirkan undangan bernada maut itu. Ki Gede duduk di atas amben besar, wajahnya t...









