Ada kemungkinan yang dapat terjadi bagi mereka bertiga di dalam kedai yang terletak di dusun yang terpencil itu. Membiarkan diri tertangkap agar mendapatkan jalan untuk menguak tabir yang menutup toko...
Pertanyaan Ki Sor Dondong tiba-tiba menyadarkan Glagah Putih. Betul yang diucapkan oleh musuhnya. Pandan Wangi tidak lagi tampak berkelebat, Sabungsari pun demikian. Mereka mempunyai persamaan. “Ah, i...
Lontaran panah sendaren diketahui oleh Ki Sor Dondong. Ia tidak mengubah keputusan sebelumnya karena pertempuran Karang Dawa adalah pengalih perhatian dengan tujuan utama ; mengurangi jumlah orang-ora...
Perjalanan panjang dan jalur yang mereka pilih untuk dilalui memang bukan satu-satunya keadaan terbaik yang mereka hadapi. Orang-orang Padepokan Sanca Dawala mempunyai kemungkinan untuk mengejar merek...
Kemudian, meski pertempuran masih berlangsung sengit tetapi pekik kemenangan perlahan-lahan mulai menggema lalu memenuhi udara Karang Dawa. Pasukan Raden Atmandaru yang dipimpin Ki Sor Dondong meneria...
Waktu yang dimiliki Sabungsari semakin berkurang ketika bayangan pohon kian panjang menutup sebagian tanah datar Karang Dawa. Pada perkelahian yang mengguncang Karang Dawa itu, Sabungsari sadar bahwa ...
Di seberang barisan tempat Glagah Putih bertarung, Pandan Wangi justru mengalami keadaan yang berbeda dengan panglima yang menjadi lawannya. Penguasaan Mangesthi pada ilmu-ilmu yang rumit telah mengge...
Jalutama mengusap wajah sambil menarik napas panjang. Disertai pandangan mata yang tajam pada Bondan, Jalutama berkata, ”Baiklah, kita lakukan apa yang kau inginkan.” Sebenarnya Nyi Kirana cukup cemas...
Sekejap kemudian, Glagah Putih nyaris kehilangan darah ketika batang tombak yang lain datang memburunya, menusuk pangkal leher dengan kecepatan tidak terkira. Galgah Putih tidak mempunyai kesempatan u...




