Kiai Plered - Sayoga menggeleng-geleng belum memahami siasat pemimpin pasukan khusus itu. Sejauh yang ia ketahui adalah bertempur dan bertempur tanpa melepaskan sejengkal tanah....
Langkah kaki Ken Arok tertahan ketika mendengar Toh Kuning berseru. Toh Kuning berjalan menghampirinya lalu berkata, ”Mereka yang memaksa diri pergi ke kotaraja akan menjadi urusanku.” Ken Arok mengan...
Para prajurit dari kedua kubu kemudian membenarkan kata-kata perwira itu dalam hati mereka masing-masing. Meskipun begitu, tidak terlihat rasa cemas sedikit pun yang tergambar di wajah anggota pasukan...
Toh Kuning memandang lekat punggung Pamekas saat meninggalkannya. Ia menarik napas dalam-dalam lalu mengheningkan cipta di dalam biliknya. Kesibukan mulai meningkat di barak pasukan khusus Selakurung ...
“Saya tidak dalam kedudukan membela Ken Arok, Ki Tumenggung. Saya hanya ingin Ki Tumenggung dapat mendengar. Maka dari itu, untuk bertemu di tempat ini karena saya sedang membela diri sendiri,” berka...
Dalam waktu yang sempit, para perwira sudah tidak lagi mempunyai kesempatan untuk berpikir lebih lama. Mereka telah mendengar kedahsyatan ilmu Toh Kuning dan ia menjadi satu-satunya harapan untuk meny...
“Aku tidak keberatan bila kau bawa ke pengadilan,” kata Ken Arok. ”Kau mempunyai kuasa untuk itu. Lakukanlah apa yang harus kau lakukan!” Toh Kuning mengangguk sambil mencubiti dagunya. Lalu ia berkat...
Toh Kuning yang mendengarnya sambil manggut-manggut kemudian menyela, ”Dan kau dorong dia untuk menyergap para prajurit Kediri yang meronda di Bukit Katu?” Ken Arok melirik Toh Kuning dan membuat peng...
“Merampas dan menolong adalah dua perbuatan yang berbeda sifat. Ken Arok, kita merampas dari orang-orang kaya lalu membenarkan itu karena kita gunakan untuk menolong orang miskin. Sementara orang-oran...


