Sementara itu, di bagian dalam perkemahan, Agung Sedayu mendapatkan perlawanan sengit dari Ki Sonokeling. Usia tidak menjadi batas yang berarti bagi kelincahan penasihat Raden Atmandaru tersebut. Keny...
Ulangan Karang Dawa Kekuatan dahsyat datang dari pihak Raden Atmandaru membuyarkan garis serang yang dipasang Glagah Putih. Sedikit terdesak, pasukan Menoreh menata ulang barisan sambil sekali-kali me...
Medan Timur Nyaris serentak! Benturan pecah di semua medan. Regu Ki Sambak Kaliangkrik berhamburan seperti genangan air yang terciprat tanpa bentuk dan rupa. Gelar dan gerak hampir menjadi ketiadaan. ...
Jalan Ular Sabuk Utara Jalan setapak itu tidak lagi menanjak lurus. Ia berbelok, melingkari punggung Gunung Kendil seperti goresan tipis yang dipahat pada tubuh gunung. Sukra berjalan paling depan. La...
Sabuk Utara Apakah waktu dapat disebut sebagai siang? Atau sore? Apakah puncak tebing dan lereng sedang mendekap cahaya matahari? Entahlah, ukuran waktu di sisi utara tidak pernah terasa b...
Dari jalur yang sama dengan datangnya pasukan Tanah Perdikan sebelumnya, rombongan kecil muncul tanpa aba-aba perang. Tidak ada bende, tidak ada suitan. Hanya derap kaki yang tertib. Pandan Wangi berj...
Di tengah perjalanan menuju kota Pajang, rombongan pertama yang dikawal Ki Swandanu hingga tapal batas, telah mengambil jalur yang menyimpang. Mereka tak lagi berada di jalanan utama menuju Pajang, di...
Sepak terjang Agung Sedayu akhirnya dapat mengembalikan keseimbangan pasukan. Untuk sejenak, dia mengamati gelanggang Ki Demang Brumbung yang mulai kepayahan dengan tekanan berat dari Ki Sor Dondong. ...
Dari barat, para pemanah—dengan perintah sebelumnya dari Agung Sedayu—segera menarik busur dengan serempak, dilepas tanpa henti, dan panah-panah meluncur membentuk sapuan mendatar, turun seperti hujan...









