“Pangeran…,” ucap lirih Glagah Putih namun ia tidak mempunyai daya untuk meneruskan ucapannya. Kalimat terakhir Pangeran Purbaya sudah menjadi pesan yang sangat jelas baginya ; segera benahi diri lalu...
Mangesthi menanggapi perubahan pasukan lawannya dengan cara berdiri di tengah-tengah. Tegak menantang dan kokoh seolah-olah sedang menjadi pembatas arus yang berlawanan. Sikap tempur Mangesthi sangat ...
Kegelisahan Pada saat Ki Swandanu dan Ki Hanggapati masih berada di kotaraja, Kao Sie Liong dan Zhe Ro Phan belum selesai dengan pengembaraan untuk mencerna kata-kata Resi Gajahyana. Mereka menundukka...
Serentak orang-orang terhempas rasa kaget yang sangat dalam. Mereka menahan napas dengan wajah berubah pucat seperti melihat seleret kilat menyambar di tengah-tengah mereka. Betapa mereka tidak pernah...
Orang-orang, seluruhnya yang berada di dalam kedai, sedang membangkitkan semangat. Udara yang panas semakin cepat mendorong ketegangan menuju puncak. Dalam waktu itu, sepertinya matahari dan atap keda...
Keputusan Ki Sor Dondong mencari jalan keluar agar Pangeran Purbaya tak mencampuri perkelahiannya benar-benar berakibat luar biasa! Walau hanya sekilas memandang kejadian yang berlangsung pada lingkar...
Nyi Kirana bergeser setapak, katanya, ”Setiap orang yang mengenal Padepokan Sanca Dawala mengerti, bahwa Mpu Rawaja hanya memberikan gelang itu pada yang berkepandaian tinggi dan setia padanya.” Ia be...
Ada kemungkinan yang dapat terjadi bagi mereka bertiga di dalam kedai yang terletak di dusun yang terpencil itu. Membiarkan diri tertangkap agar mendapatkan jalan untuk menguak tabir yang menutup toko...
Pertanyaan Ki Sor Dondong tiba-tiba menyadarkan Glagah Putih. Betul yang diucapkan oleh musuhnya. Pandan Wangi tidak lagi tampak berkelebat, Sabungsari pun demikian. Mereka mempunyai persamaan. “Ah, i...




