Ki Swandanu lalu melanjutkan, ”Memang benar seperti yang dikatakan Angger Bondan. Saya maksudkan adalah memang benar ada perubahan akibat dari pengaruh orang-orang besar. Semenjak kehadiran beberapa o...
“Salah satu alasan?” Nyi Retna bergumam pelan lantas berpaling pada Bondan. Kemudian ia tersenyum dengan sorot mata penuh pengertian dan secercah harapan tampak berbinar di balik kelopak matanya. Bond...
Ken Banawa sedikit berlega hati karena orang yang cukup mengkhawatirkan itu kini telah tak berdaya. Ia tegak berdiri beberapa langkah dari lingkar perkelahian Bondan. Meskipun begitu ada sedikit rasa ...
“Anak ini telah putus asa! Kekuatannya mulai berkurang, dan ia justru semakin menguras tenaga dengan menambah kecepatan. Ia tidak lagi dapat menguasai jiwanya dan mengabaikan keseimbangan!” Ken Banawa...
Tak butuh waktu yang lama bagi Mpu Gemana untuk mengukur kekuatan Bondan. Serangan Mpu Gemana kembali melanda Bondan . Kedua ujung senjatanya bergantian saling mematuk dan menyengat. Hingga pada satu ...
Kemudian, “Di manakah Gumilang?” Bondan bertanya. “Gumilang bermalam di rumah paman Benawa,” jawab Sela Anggara. Bondan manggut-manggut mendengarnya. Kemudian mereka saling bercerita tentang babak-bab...
Sampar mencoba mengejar namun kini ia telah menyadari bahwa anak muda yang dikejarnya bukan pemuda biasa. Prana Sampar yang bernafsu untuk membunuh Bondan pun tiba-tiba disergap keraguan.Meski begitu,...
Bondan tidak menyahut. Ia sadar sepenuhnya bahwa orang yang sedang menyerangnya ini benar-benar ingin menghabisi dirinya. Dan jika melihat luka di dada Wiratama maka jelas terlihat kekuatan sesungguh...
Rasa marah yang melanda dirinya seperti menambah satu kekuatan bagi Wiratama oleh karena itu serangannya meningkat berlipat ganda. Tubuh yang telah mengalami luka seperti tidak menjadi penghalang, bah...


