“Oh, jadi Kinasih ini mungkin murid Nyi Ageng Banyak Patra?” Namun Pandan Wangi menyimpan pertanyaan itu di dalam hatinya. Lalu, dengan wajah yang penuh garis-garis ketegasan, Pandan Wangi menunggu ke...
Orang-orang akan mengira bahwa Swandaru adalah pembangkang, dan pembangkang seharusnya dilumpuhkan. Orang-orang akan berkata bahwa Swandaru tidak pernah belajar dari kesalahan, dan itu lebih buruk dar...
Tanpa malu menjinjing barang-barang yang diperolehnya di pasar. Sepanjang usia pernikahannya, ia tak pernah melawan atau berpanjang kata berbantahan dengan suaminya. Sekarang, Pandan Wangi akan men...
Melihat kedudukan dan raut wajah para penjaga regol, Swandaru tahu bahwa tidak mudah mengakhiri hadangan mereka. Ia menggerutu dalam hatinya....
Ini dalam kecamuk perang, maka kesiagaan tidak boleh lentur meski pendatang itu adalah Swandaru. Para pengawal telah mendengar sejak terjang Swandaru beberapa tahun lalu....
Pandan Wangi mengerti bahwa bekel pedukuhan bukan orang yang bodoh. Ki Darmabudi adalah orang yang tidak menyimpan banyak ragam keinginan dalam hatinya....
“Jumlah yang cukup untuk melumpuhkan lalu menguasai lumbung pangan Mataram,” Pangeran Purbaya mendesis tajam. Lantas ia merenung cukup lama...
Waktu berjalan semakin lambat, serasa seperti itu bagi Sukra dan dua pengawal Sangkal Putung. Dalam pandangan mereka dan yang ada di dalam benak tiga orang yang sedang menyaksikan, keadaan itu sudah ...
"Pangeran!" desis Sukra. Berbagai pikiran berkecamuk dalam kepalanya sambil memandang arah kepergian Pangeran Purbaya. Apakah beliau mendengar sesuatu atau melihat bayangan yang ganjil?...


