Ki Bekel mengangguk-angguk. Namun katanya “Bukankah kau tidak akan segera meninggalkan padukuhan ini?” Adeg Panatas tersenyum. Katanya, “Tidak kakang. Bukankah aku orang padukuhan ini? Aku memang suda...
“Ya. Sibuk mengadu ayam” jawab Ki Jagabaya. Adeg Panatas menarik napas dalam-dalam. Dengan nada datar ia berkata, “Apa yang terjadi jika Kebo Lorog itu kemudian memusuhi Kademangan ini? bukan hanya pa...
Para pengikutnya memang menjadi bingung. Mereka tidak tahu isyarat apa yang dimaksudkan oleh Kebo Lorog. Hanya seorang sajalah di antara orang-orangnya yang tahu pasti, apa yang harus dilakukannya. Or...
“Tetapi kau lihat, kekuatan sekelompok kawan-kawanmu sangat kecil, sehingga dalam waktu dekat mereka akan digulung. Jangan menyesal, bahwa bagi siapa saja yang tidak mau menyerah akan dihukum. Mereka ...
“Tidak,” sahut Ki Pituhu, “tentu ada yang berkhianat di antara orang-orang kita. Pada saatnya kita akan mengetahuinya. Tetapi sekarang, kita akan membabat mereka seperti membabat batang ilalang.” suar...
ANAK-ANAK berlari-larian di sekitar tratag. Beberapa orang sudah mulai berjualan makanan dan minuman untuk anak-anak. Tetapi mereka tidak membawa dagangan sebanyak biasanya jika ada keramaian, karena ...
Paksi termangu-mangu sejenak. Namun kemudian ia berkata, ”Orang itu tiba-tiba saja menuduhku, bnhwa aku telah mengetahui rahasianya. Aku tidak tahu, apakah ia benar-benar mengetahui bahwa aku menyaksi...
Tetapi akhirnya Sura, dan ketiga orang kawannya berhasil melihat keranda yang dikiranya dapat berjalan sendiri itu, sehingga justru ada di antara mereka yang menjadi sakit. Tetapi Paksi Pamekas sama s...
“Pagi ini suamiku tidak pergi ke sawah. Badannya merasa tidak enak. Dahinya panas dan jantungnya serasa berdetak lebih cepat.” “O…” Penjual nasi tumpang itu menjadi cemas. ”Apakah suamimu tidak pergi ...




