“Lalu bagaimana dengan rencana Kiai bila kita mengalami kekalahan dan harus mundur dari Sumur Welut?” tanya Ki Jayanti yang menggeser duduknya lebih ke depan. “Melawan Jayanegara, tidak ada kata mundu...
Sedangkan malam itu di padukuhan Bulak Banteng tengah berlangunsg perbincangan di pendapa yang berada di sebelah lapangan yang cukup besar. Tampak beberapa orang mengerutkan dahi dan berbagai gerakan ...
Ubandhana menghentikan langkah. Dari belakang teman jalannya, ia bertanya, “Tetapi mengapa Tuan tidak pergi saja ke Alas Cangkring?” “Justru karena Mpu Gemana terbunuh maka aku datang ke Bulak Banteng...
Kumandang suitan nyaring ketika Ki Cendhala Geni melintas di bawah pohon asam yang besar batang pokoknya seukuran dua lengan orang dewasa. Tak lama kemudian dari rerimbun semak terdengar desir langkah...
Sementara itu perkelahian yang melibatkan Ki Srengganan dengan Ra Pawagal juga terjadi cukup dahsyat. Jarak yang sedikit jauh dari lingkar pertarungan Gajah Mada dan pembantu Ki Srengganan membuat ked...
“Gunakan senjatamu, Pak Tua! Agar aku dapat mengakhiri hidupmu dengan wajah tegak,” desis Ki Srengganan. “Aku akan menangkapmu. Hidup-hidup!” Ra Pawagal meluncur cepat dengan diiringi gelegar suara y...
Pada malam terjadinya bentrokan antara Patraman dan pengikutnya dengan laskar Majapahit. Pada waktu yang sama di Kahuripan, Ki Srengganan sangat murka mendengar laporan yang mengungkapkan bahwa Ki Cen...
“Ah, sudahlah. Ini adalah kewajiban pengemban keamanan wilayah Majapahit.” Ken Banawa merendah. Tiba-tiba ia merasa jantungnya berada di dalam remasan yang sangat kuat ketika melihat dua lelaki muda m...
Tombaknya berputar-putar meliuk-liuk menghantam setiap bagian pertahanan Ken Banawa. Angin yang tergerak karena tombaknya makin berdesir kencang. Ken Banawa tidak menyangka bahwa angin dari tombak law...

