Malam semakin muram, saat Bapak menggebrak meja. Ia murka! Matanya membara, suaranya menggelegar mengoyak gendang telingaku. “Siapa yang menyuruhmu mengambil semua ini?” Jari telunjuk itu...
Menjes, ote-ote, dadar jagung, dan semangkuk cabe hijau girang menyapa. Benar. Ternyata tak sampai hitungan menit di dalam sana, lambung semakin bersemangat menabuhkan bunyi-bunyian. Astaga! Ke mana l...
“Mbak, anak-anak sudah sehat?” sebuah tanya darimu, bukan hanya menyentuh kuping tapi juga merobek hati. Tak ada inginku untuk menjawab bahkan sekadar mendongakkan wajahpun enggan. Aku tid...
Baru sembuh dari sakit, tidak serta merta membuatku sehat wal afiat. Namun keharusan mengantar Panglima bertemu dokter, membuat aku harus merasakan kembali napas tersengal sekian kali. Aku heran, meng...
Sang Maharani - Tubuhku terasa ringan. Kekuatan gaib -- yang aku kira tengah menekan punggungku -- telah sirna. Aku bergerak dengan luar biasa. Sepasang kakiku mementang tetapi mataku terpejam....
Tidak ada kejadian pada waktu malam ketika kami merenggangkan segala persendian. Kejadian yang aku temui selagi matahari masih mengapung masih kuat mencengkeram pikiranku. Aku ingin menepis bayangan t...
“Patuhi nasihat Bapak! Bukan tanpa alasan jika Bapak tidak bisa menerimanya. Harusnya kau tahu, Senggani. Namun kau sering berpura-pura tidak tahu, bahkan mungkin kau memang tidak mau tahu. Ha...
“Sabar dan teruslah memohon pada Dewa agar berjodoh dengan pujaan hatimu, Putri,” hiburku sambil memijit kakinya. Aku memang tinggal bersama dengan putri di keputren. Sehari-hari tidur ber...
Mereka mengamati pemuda yang tertancap tiga sujen pada dahinya. Sesekali mereka menatap ke arahku...



