Sang Maharani. Menyendiri untuk terakhir kali di rumah ini. Aku sedang dituntun oleh wibawa yang menggaung dalam jiwaku ketika ibu menyerukan namaku....
Bulan Telanjang. Namaku Dyah Murti. Aku akan mengulum puting susu ibuku untuk terakhir kali....
Sang guru mengerutkan keningnya kemudian, “Inilah si pencuri itu. Dia begitu kerdil untuk mengaku tetapi enggan berjalan jauh karena takut terhadap jebakan yang telah terpasang dalam hatinya. Semenjak...
“Ketahuilah! Kegelapan ada karena kejahatan yang disebabkan oleh cinta,” Sanumerta berkata datar. Wajahnya tidak menunjukkan perubahan yang menyiratkan gejolak perasaannya. Orang alim yang berpakaian ...
Ladang. Sawah dan hartanya. Rasa sesal dan bersalah menjadi hantu baginya. Genap seratus hari dari langkahnya meninggalkan rumah, Sanumerta menuai karma. Sanumerta terus berpindah dan memburu dekap de...
Rumpun bambu yang tumbuh di seberang jalan depan rumahnya menjadi petunjuk bagi orang yang mencarinya. Ia tinggal di sebuah rumah berdinding batu. Ia orang yang cukup. Dua kendaraan roda empat keluara...
Bapak menyeruput kopi, menghisap rokok dalam-dalam, menghembuskan perlahan, lalu berkata, “Sebilah keris pusaka tidaklah terlahir begitu saja, pasti ada satu maksud tertentu atau sesuatu yang me...
Aku langsung melompat saat bus yang aku tunggu datang. Decit remnya tidak hanya membuat gigi ngilu. Tikus di selokan pun membekap telinga karena tidak tahan mendengar bunyinya. Seonggok bus tua dengan...
Aku raih punggung tangan ibu, lalu keluar menemui utusan ayah. Seperti itulah sikapku setiap kali orang asing bermalam di rumahku. Mereka akan berkisah mengenai bukit-bukit di luar Kalingan. Mereka ak...




