“Mulai trawang-trawang, Pak.” Bapak melanjutkan, “Berdasarkan penjabaran tersebut di atas, maka jelas sudah bahwa empu sebagai pembuat keris menginginkan agar hasil karyanya itu sela...
Aku merogoh tas punggung, mengambil secarik kertas yang siap dibaca. Semburat matahari telah condong ke barat, penanda sarasehan tentang budi pekerti harus diakhiri. Jarum jam dinding tera...
“Nyi!” teriak seorang pemuda dari arah kereta yang berada agak jauh dari tempatku. “Kami akan membantu Anda sekuat tenaga!” Ia menyambut terjangan penunggang kuda dengan gerakan yang sanga...
Bapak menyalakan batang rokok kelima. Asap bergulung memenuhi udara. Namun hembus angin segera menerbangkannya ke utara. Hening memeluk kami. Aroma kenanga, melati, mawar dan kanthil berbaur memenuhi ...
Aku tidak menghitung waktu yang berlalu. Saat itu aku tengah berada di dalam duniaku sendiri. Samar-samar aku mendengar suara ibu menyebut namaku. Ah, sulit bagiku untuk membangkitkan kesadaranku sepe...
“Aku tidak mau percaya begitu saja pada kabar ini! Tapi kemana aku harus mencari tahu kebenarannya? Lalu, bagaimana kalau berita ini memang benar? Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku melepaskan R...
Suara ibu menyusup relung kalbu untuk membawa kesadaranku kembali. Aku memandang sekitar. Dua pelayanku telah meninggalkanku sendiri. Oh ya, hari menapak siang. Mentari akan berada di puncak, sesaat l...
Aku terdiam. Sebuah batu besar terasa mengganjal di kerongkongan. Banyak tanya yang tak mampu aku ucapkan. Angin yang berhembus berbisik padaku. “Jangan lupakan apa yang menjadi tujuan kepulanga...
Tetapi, ketika tatap mata kami tidak sengaja bertemu, aku menangkap sorot sendu dari matanya. Aku terperosok ke dalam jurang yang dalam. Murung, sedih, dan tidak percaya diri, terpancar samar pada waj...



