Kidung Wit Asem

Liris : Rapuh

Aku menggerogoti hati dan pikiranmu. Tubuhmu lemah saat aku hadir dalam hidupmu. Engkau tidak bisa marah, hanya diam. Tidak melakukan apapun. Kosong. Gelap. Duduk diam. Tepekur di ujung kamar gelap. Menundukkan kepala. Matamu basah. Engkau kebingungan. Semuanya terasa tidak benar. Kau merasa tersisih dari kehidupanmu. Perasaan tidak diinginkan dan tidak dibutuhkan. “Mereka tidak menginginkan kehadiranku,” […]

Kidung Wit Asem

Liris : PERJUANGKAN AKU

Ah, kau pasti tidak tahu bahwa aku selalu menemani. Aku tampak sulit untuk diraih karena kau meragukan kehadiranku. Lihat aku di dalam hatimu! Bertemanlah denganku. Aku bukan Butha Cakil yang memberi rasa takut padamu. Aku memberikan rasa lega. Lepas dari semua beban yang menghimpit. Aku, kebebasan. Selalu ada dalam hidupmu, untuk kau perjuangkan.   Wimala […]

Kidung Wit Asem

Liris : Merenda Rasa Sakit

Aku, rasa sakit yang tersembunyi di sebuah celah. Selalu siap muncul di saat yang tepat. Mencari mangsa untuk bisa aku sikat. Sore ini, aku sedang mengincar seorang wanita. Dia, selalu bisa menepis hadirku. Aku akan coba mengganggunya kembali. Aku lihat dia meringis sambil memegang perut bagian atas. “Auh! Aku mual, pengen muntah!” Wajahnya mulai pias. […]

Kidung Wit Asem

Liris : TUKANG LOTEK

Mentari semakin menghangat. Pertigaan tempat para lelaki berkumpul untuk makan siang masih sepi. Bahkan tirai lapak pun belum dibuka. Tidak lama, dia muncul dan mulai membuka lapak tempat berjualan. Langkahnya gemulai. Pinggulnya berlenggak lenggok bagai penari. Kulitnya biasa saja layaknya orang kebanyakan. Tidak hitam, tidak juga putih apalagi kuning. Rambutnya diikat ke belakang, dengan sebagian […]

Kidung Wit Asem

Liris : BANDREK

    Sebuah liris, sebagai pemantik api. Pemanas bagi seorang Wimala. Semoga bisa terus berkarya lewat untaian aksara. Rahayu =====   BANDREK   Kabut masih menyelimuti sekitar.  Dingin menusuk tulang. Jarak pandang terbatas. Bandung memang dingin saat kemarau. Apalagi di lereng  gunung Patuha. Di sekitar kawah putih.   “Kang! Antosan heula sakedap. Ieu bandrek na […]