Menjapoe Boemi Angin berhemboes, menjapakoe Waktoenja tiba, anak moeda Akoe merindoekan itoe indonesia merdeka Oedara sedjoek menjapoe boemi Bertepoek aloe merengkoeh kalboe Dirgahajoe Indonesiakoe Me...
Ketika penaku tumpul Tak selarik kalimat aku tuliskan Pun sebuah kata untuk mengungkap Ketika penaku tumpul Bayangan pria berblangkon menari lunjak-lunjak Bahkan sesekali ece-ece Tapi ajining d...
Aku mempunyai nama Dyah Murti Hansa Gurunwangi, putri perempuan dari Rakai Panangkaran. Sejak kecil, aku tinggal bersama kakekku, Han Rudhapaksa. Namun orang-orang dari dusun di sisi utara Merbabu me...
Urung Aku terduduk lesu di sudut ruang. Tampaknya usahaku kali ini akan menemui kegagalan. Hari ini gadis berkulit coklat itu akan mengikuti vaksinasi di puskesmas tak jauh dari sini. Dia telah memant...
Cahaya bulan memantul keemasan dari balik riak sungai. Gelombang kecil yang tercipta dari langkah kaki para gadis, menari-nari di sela jari kakiku. Langkahku terhenti. Dingin menembus hingga ke tulang...
Malam semakin muram, saat Bapak menggebrak meja. Ia murka! Matanya membara, suaranya menggelegar mengoyak gendang telingaku. “Siapa yang menyuruhmu mengambil semua ini?” Jari telunjuk itu...
Menjes, ote-ote, dadar jagung, dan semangkuk cabe hijau girang menyapa. Benar. Ternyata tak sampai hitungan menit di dalam sana, lambung semakin bersemangat menabuhkan bunyi-bunyian. Astaga! Ke mana l...
“Mbak, anak-anak sudah sehat?” sebuah tanya darimu, bukan hanya menyentuh kuping tapi juga merobek hati. Tak ada inginku untuk menjawab bahkan sekadar mendongakkan wajahpun enggan. Aku tid...
Baru sembuh dari sakit, tidak serta merta membuatku sehat wal afiat. Namun keharusan mengantar Panglima bertemu dokter, membuat aku harus merasakan kembali napas tersengal sekian kali. Aku heran, meng...



