"Mau sama pecel saja atau tambah lauk yang lain, Mas?"...
Rok sebatas lutut yang dikenakan memperlihatkan sepasang betis seputih bengkuang. Menatapnya, membuat angankuĀ menjadi liar. Sepatu hitam berpita melindungi telapak kakinya dari cabikan kerikil nakal...
Jangan terlena, Senggani. Terlalu besar pengorbananmu untuk sesuatu yang tidak lebih berharga dari apa yang sudah kau miliki sekarang...
Matahari belum setinggi tangkai bunga mawar yang berada di sampingku. Aku memikirkan pendapat para pengawal, apa yang berada di dalam pikiran mereka bila aku memutuskan untuk menghukum mati? Ketika ak...
Aku hanyalah aku, yang selalu hidup dalam kesendirian. Kau tinggalkan aku demi sebuah perjuangan dan setangkup berlian, katamu. Malam terasa makin gelap namun berisik suara jangkrik. Aku harap kau men...
Alkisah, pada zaman manusia hanya bicara dengan bahasa yang tidak dimengerti manusia lain, empat angsa bertemu tanpa janji. Di tepi sungai yang berkelok lebar, mereka membincangkan sesuatu yang tidak ...
Bukan cinta dalam sepotong roti. Itu film! Cintaku bak roti tawar. Hambar. Tak berasa. Kenangan cinta yang dibatasi sekat segi empat tanpa udara. Engap. Susah napas. Rupanya drama Korea lebih indah di...
Menemani sepanjang hari. Sejak seorang manusia mengenal dunia. Tangis pertama, bahkan kotoran pertama yang ia keluarkan. Aku menemani, meski dirinya sendiri tak pernah tahu. Aku, kenangan yang menceta...
Setiap pagi tiba, sederet jadwal rutin menanti. Memandikan si bocah, menyiapkan sarapan, lalu mengantarnya sekolah. Tiga pekerjaan sekaligus aku lakukan, menjadi perawat, tukang masak, dan sopir. Luar...





