Prosa Liris

Liris : Gelayut – Meyda

Gelayut

Aku mengayun rindu ketika melihat lentik jemarimu.
Terlukis dua atau tiga angsa di bawah tirai pipimu.
Aku berkata padamu, “Jangan engkau tinggalkan sepi. Kesunyian bukanlah suara hati.”

Sekali, dua kali, engkau menyibak anak rambut yang jatuh di keningmu.
Ada sekelumit rindu yang menggelayut di matamu.
“Apakah aku yang kau rindukan?”

 

Kelas Dasar Januari 2020

Kisah Terkait

Puisi : Sahabat

admin

Namanya Asbun, Sang Penjual Tahu

admin

Liris : Roti Rapuh

admin

Leave a Comment

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.