Wahai Penebar Madu Setangkup rindu Semekar buai Kembang bersama sukma Semerbak jiwanya Hidup dalam lekat nafasku Karena dia Emakmu Emakku Mamamu Mamaku Ibumu Ibuku Tak ungkap kata Tak bicara aksara Pe...

Menulis kata selembar putih Menata lisan ayat-ayat perih Namun tangan tertahan pedih Seakan jiwa berat dipenuhi pekasih Duhai cinta yang suci Ketika semuanya telah ternoda Pada sebuah cerita yang meng...

Embun enggan menyapa pagi Pun kokok ayam tak sambut mentari Sirep memuja sepi Sunyi Aku berdiam di sudut ruang Merasai senyap Merasai rindu yang tak kuasa diam Air mata menggenang tanpa gulir Rindu Sa...

kepak sayap angsa, padepokan witasem, prosa liris

Lampu jalan memanjang tak terang. Sudut kota dipenuhi kerlip kunang-kunang. Redup lampu belakang motor di depan seolah berkata padaku, “Tidakkah kau teringat padanya?” Aku alih pandang. Me...

Bau Berjubah hitam yang terkadang berkilau  cahaya mentari Berbaju putih namun kau tak pernah mau mandi.. Embeeeek…. Tandukmu melingkar kuat Perkasa Mendaki tebing Para pembakar mendambamu Merin...

Menantimu dalam waktu yang tak bisa kau pastikan, membuatku membuka sebungkus emping manis. Mata menatap langit ruang, di dampingi suara keretak emping. Manis gurih. Tapi lenyap rasa saat teralir sege...

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.