Aku Dan Hujan Jangan mengejek hujan atas sebuah kesakitan Jangan mengutuk hujan atas sedih yang kau terima Hujan memang membasahi Turun bak Tuhan yang menangis Membuang seonggok kotoran Mengusir serib...
Kepastian Aku memandangmu Banyak yang ingin aku tanyakan Tapi bibir berat untuk bersuara Atau mungkin sungkan Bersembunyi dalam pengertian Tertutup atas nama cinta Pagi ini aku memandangmu lagi Lebih ...
Berkuda.. Melampaui ilalang setengah tebasan parang.. Gelepar panji berkibar.. Bukan pasukan berkuda Ki Wisanggeni yang datang dengan getar.. Sesambut ujung tombak membuka singkap udara.. Derap kuda b...
Kahyangan Jonggring Witasem terlihat gelap dan suram. Lebih masuk lagi ke dalam yang terlihat malah suasana angker tapi menggelikan. Para raksasa dan pangeran kegelapan ternyata telah duduk di sekelil...
Sanak kadang, kerabat dan handai taulan para pecinta Api di Bukit Menoreh. Assalamu alaikum wa rahmatullah. Semoga sejahtera selalu terlimpah bagi kita semua. Dengan sangat menyesal, saya harus ka...
Ki Rangga Agung Sedayu dengan daya ingat sangat tajam segera membandingkan dengan keadaan pesanggrahan Poh Pitu di masa lalu. Terkenang olehnya sikap Ki Jayaraga yang tidak dapat menahan diri untuk se...
Tulisan ini tidak panjang. Begini.. Ada satu peristiwa yang biasa saja terjadi di depan saya sekitar 2 – 3 hari lalu. Tukang parkir lagi pandu sopir. Biasa kan? Nah, setelah melihat peristiwa ya...
Sayoga dan kedua orang tuanya berangkat ke Demak untuk memenuhi undangan dari salah seorang teman dekat ayahnya. Dalam perjalanan, Sayoga dan kedua orang tuanya singgah di Pedukuhan Dawung. Mereka akh...
Kegelisahan mulai mencekam Ki Sanggabaya. Seandainya bukan karena tugas dan rencana yang telah disusun bersama dengan Ki Rangga Agung Sedayu, ia sudah barang tentu meninggalkan tempat itu. “Malam tela...
Ki Lurah Kertawirya memasuki halaman barak pasukan khusus yang cukup luas. Dengan langkah lebar dan cepat ia menuju bilik tempat Ki Rangga Agung Sedayu sedang menunggu dirinya. Agung Sedayu mempersil...



