Aku melambaikan tangan padanya. Pemimpin pengawal rahasia itu kemudian berjalan dengan ayunan kaki yang mantap menuju tempat kami berada. Dia adalah wanita yang cukup lama tenggelam dalam pekerjaannya...
Seorang prajurit bertubuh sedikit pendek dengan tergesa-gesa mendatangi gardu jaga yang menjadi ruang tunggu bagi Ki Nagapati. Dengan napas tersengal-sengal, ia berkata pada kawannya, ”Gawat!” Prajuri...
Setelah peristiwa aneh itu berlalu, aku dapat bernapas lega meski keterkejutan belum sepenuhnya melepaskan diri dariku. Aku ingin mengungkapkan sesuatu. “Sekarang, serangan kedua mereka justru membina...
Kegelisahan Pada saat Ki Swandanu dan Ki Hanggapati masih berada di kotaraja, Kao Sie Liong dan Zhe Ro Phan belum selesai dengan pengembaraan untuk mencerna kata-kata Resi Gajahyana. Mereka menundukka...
Serentak orang-orang terhempas rasa kaget yang sangat dalam. Mereka menahan napas dengan wajah berubah pucat seperti melihat seleret kilat menyambar di tengah-tengah mereka. Betapa mereka tidak pernah...
Nyi Kirana bergeser setapak, katanya, ”Setiap orang yang mengenal Padepokan Sanca Dawala mengerti, bahwa Mpu Rawaja hanya memberikan gelang itu pada yang berkepandaian tinggi dan setia padanya.” Ia be...
Perjalanan panjang dan jalur yang mereka pilih untuk dilalui memang bukan satu-satunya keadaan terbaik yang mereka hadapi. Orang-orang Padepokan Sanca Dawala mempunyai kemungkinan untuk mengejar merek...
Ra Gawa mengambil prakarsa untuk memanggil pelayan agar mayat-mayat dapat segera dikeluarkan dari bangunan yang aku tempati. Kami bertiga – aku, Gita Nirvati dan Anindita Rukmi – tidak menunggu lama. ...
Jalutama mengusap wajah sambil menarik napas panjang. Disertai pandangan mata yang tajam pada Bondan, Jalutama berkata, ”Baiklah, kita lakukan apa yang kau inginkan.” Sebenarnya Nyi Kirana cukup cemas...



