Agung Sedayu mengajarkan tata olah tenaga pada Sukra. Kata Agung Sedayu ketika itu, “Engkau dapat membalikkan beban ketika sepasang tanganmu berada di bawah.”...
Ki Bluluk Rambang menggerakan senjata penuh perhitungan. Sepercik darah kental meleleh dari segaris lambung Sukra. “Bersiaplah, anjing Mataram!” pedas Ki Blulung Rambang berucap....
Raden Trenggana mengerling pada matahari yang kini menapak jalan turun. Sinar matahari yang seharusnya mampu menembus beberapa tombak di bawah permukaan laut pun menjadi suram sepanjang hari....
"Sukra!” “Saya, Pangeran.” Sukra bersuara tanpa memalingkan wajah. Ia memusatkan perhatian pada Ki Bluluk Rambang yang meluncur cepat. Sukra sudah membulatkan keputusan untuk tidak membiarkan musuh...
Tanpa sadar, Sukra telah menghimpun segenap kekuatan yang tersimpan dalam dirinya. Pangeran Purbaya pun memberi isyarat agar anak muda Menoreh itu tetap bersikap tenang. “Perkembangan selanjutnya d...
Mula-mula ia ingin menarik perhatian Pangeran Purbaya, tetapi lelaki terhormat itu tampak telah bersiap dan memberi tanda agar Sukra menunggu perintah darinya....
Olah pernapasan yang dipelajarinya dari Sekar Mirah tanpa sengaja pun tak lepas dari pengamatan Nyi Banyak Patra. Tenaga cadangan yang dilimpahkan oleh Ki Patih Mandaraka pun menjadi semakin mendekati...
Sukra, kini engkau tahu bahwa ada orang-orang yang berkehendak merebut Mataram. Engkau pun menyaksikan bahwa keinginan mereka sangat kuat dan gerakan mereka begitu nyata....
“Kami telah menguasai jalan yang lebih baik untuk menata pemerintahan. Yang Mulia Ki Patih Mandaraka, apakah Anda bersedia bergabung dengan kami atau melanjutkan pertarungan ini?”...



