Ini dalam kecamuk perang, maka kesiagaan tidak boleh lentur meski pendatang itu adalah Swandaru. Para pengawal telah mendengar sejak terjang Swandaru beberapa tahun lalu....
Pandan Wangi mengerti bahwa bekel pedukuhan bukan orang yang bodoh. Ki Darmabudi adalah orang yang tidak menyimpan banyak ragam keinginan dalam hatinya....
Kapal Raden Trenggana terangkat tinggi, mengikuti aliran ombak yang berawal dari pukulan Gagak Panji, lalu terbanting, tetapi benda besar itu masih dapat mengapung sangat baik....
“Jumlah yang cukup untuk melumpuhkan lalu menguasai lumbung pangan Mataram,” Pangeran Purbaya mendesis tajam. Lantas ia merenung cukup lama...
Waktu berjalan semakin lambat, serasa seperti itu bagi Sukra dan dua pengawal Sangkal Putung. Dalam pandangan mereka dan yang ada di dalam benak tiga orang yang sedang menyaksikan, keadaan itu sudah ...
Perkelahian Gagak Panji meningkat tajam. Tiang-tiang penyanggah bentangan layar mulai patah satu demi satu. Benturan tenaga dan dua bayangan yang berkelabat sangat cepat di atas geladak kapal seolah m...
"Pangeran!" desis Sukra. Berbagai pikiran berkecamuk dalam kepalanya sambil memandang arah kepergian Pangeran Purbaya. Apakah beliau mendengar sesuatu atau melihat bayangan yang ganjil?...
Pangeran, untuk beberapa waktu, kami merasa sendirian hingga kedatangan Ki Rangga Agung Sedayu pada akhir malam...
Baginya, kata-kata Sukra telah menunjukkan bahwa sesungguhnya anak muda Menoreh itu tahu tentang arti sebuah kedudukan...



