Dua hari kemudian, ruang utama Keraton telah dipersiapkan. Orang-orang hadir dengan tanda kepangkatan dan pakaian resmi. Raut wajah mereka tampak sumringah tanpa mengurangi keanggunan yang memenuhi ru...
Di Sangkal Putung, dua hari menjelang pelantikan, rombongan Agung Sedayu tiba di kediaman Ki Demang. Matahari telah naik cukup tinggi ketika mereka memasuki halaman. Bayang-bayang hampir tegak lurus d...
Ki Prana Aji tetap di dalam barak, mengatur pergantian jaga dan memastikan segala sesuatu berjalan tertib. Memastikan bahwa para prajurit tetap berlatih, sebagian membersihkan peralatan, sebagian lagi...
Agung Sedayu tidak segera membuka suara. Untuk beberapa saat, dia justru menundukkan kepala, menimbang bukan kata-kata. Meski itu adalah kabar gembira tapi Agung Sedayu tetap berusaha menahan diri aga...
Matahari belum benar-benar tegak lurus dengan atap barak pasukan khusus ketika Agung Sedayu berbincang dengan Nyi Banyak Patra di salah satu ruang yang bersebelahan dengan sanggar tertutup. Mereka mem...
Swandaru memandang pada arah Ki Hariman. Mereka belum pernah saling melihat, tapi ada sesuatu yang seakan menghubungkan keduanya. Seperti dua garis yang perlahan ditarik menuju satu pertemuan yang tak...
Sepertinya Ki Garjita dan empat orang lainnya tidak keberatan dengan rancangan Ki Astaman, bahkan menyambut dengan sangat baik. Demikianlah mereka mempercepat langkah, menyusul Swandaru. Langkah merek...
Dari sisi selatan Dusun Ringinlarik, suara ribut itu pecah seperti angin yang datang bersama hujan. Swandaru berhenti. Kepalanya hanya sedikit terangkat seperti sedang memastikan arah datang suara. Ta...
“Marilah, kita masuk ke dalam,” ajak Agung Sedayu pada Ki Jayaraga dan Glagah Putih. Ki Jayaraga cekatan menyalakan dua lampu minyak lalu menempatkan pada dua sisi yang berlawanan. Mereka duduk meling...









