Beranda / cerita silat Jawa

Menjelajahi Tag: cerita silat Jawa

Mentari semakin menghangat. Pertigaan tempat para lelaki berkumpul untuk makan siang masih sepi. Bahkan tirai lapak pun belum dibuka. Tidak lama, dia muncul dan mulai membuka lapak tempat berjualan. L...

Matahari semakin terik, aku harus bergegas. Biar tak terpanggang. Panas! Aku menggerutu sepanjang jalan. Berlarian dengan sepatu bertumit tinggi membuatku acap kali hampir terjatuh. Mulutku terus meng...

Dia, teman setia. Menjadi penerang mata burem. Menutupi alis gundul. Walau tak bisa menyulap jadi cantik. Terkadang malah seperti barang antik. Dia yang sering terabaikan. Hilang! Dicari dimana-mana. ...

Serombongan emak berkado sebuah puisi untuk mensyukuri kehadiran seorang Murni Tiyana. Arek Mojosari. ========== Jatuh Satu-satu Bulir-bulir bening Di sudut mata hening Mbrebes nyaris terdengar mblebe...

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.