Dilihat 11 kali
Dia, teman setia.
Menjadi penerang mata burem.
Menutupi alis gundul.
Walau tak bisa menyulap jadi cantik.
Terkadang malah seperti barang antik.
Dia yang sering terabaikan.
Hilang!
Dicari dimana-mana.
Ternyata adanya di atas kepala.
Dasar akunya saja yang pelupa.
Pikun!
Menua seiring masa.
Dia tetap teman terbaik untuk melihat segalanya.
