“Aku menemukan pliridan di sini,” terdengar seseorang berkata tidak terlalu jauh dari tempat mereka bersembunyi. Hampir bersamaan dengan itu terdengar kecipak air ketika beberapa orang bergegas mendek...
Di depan bilik kerjanya, Ki Prana Aji telah menunggu. Sikapnya tegak dan tatap matanya seperti sedang mencemaskan sesuatu. “Ki Tumenggung,” sapanya pelan pada Agung Sedayu yang sudah berada di dekatny...
Suasana di ruang dalam kediaman Ki Gede Menoreh terasa begitu berat seolah dinding-dinding dan tiang penyanggah ikut memikirkan undangan bernada maut itu. Ki Gede duduk di atas amben besar, wajahnya t...
Dapat dianggap bahwa Wong Awulung dan Gita Nervati bermalam dengan selimut gelap. Api unggun itu sebenarnya tidak cukup hangat untuk menghadang udara dingin dan tak pula layah sebagai penerangan. Tapi...
Fajar pun datang dengan kemiringan yang pantas. Pada suasana yang sedikit terang, sejumlah orang tampak bersiap untuk sebuah perjalanan lagi. Ki Semangkak mengerutkan kening. Dia pun berkata dalam hat...
Dusun Separang, Lereng Gunung Kunir Malam itu, barak seakan berubah menjadi ruang berbagi rasa yang jauh berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Para prajurit yang baru saja pulang dari tugas be...
Fajar datang menggantikan malam yang tahu diri untuk pergi. Kehadirannya hanya ditandai dengan perubahan warna langit yang perlahan memudar dari kelam menuju terang kebiruan. Udara masih dingin dan ba...
Benturan yang berulang-ulang membuat hawa panas itu berhamburan dengan kecepatan yang sulit dimengerti. Rambatan hawa panas itu mampu mencapai Ki Demang Brumbung dan Sayoga. Bahkan dua orang ini...
Kekacauan di jalur selatan berkembang ke arah yang semakin nggrigisi. Selendang api itu kembali meraung. Lingkaran panas yang menyertainya semakin rapat, semakin berat. Setiap kibasan tidak lagi sekad...









