Malam yang Membawa Kabar dari Pajang Di bawah remang senja, dua utusan dari Pajang datang tergesa menuju kotaraja, membawa pesan yang tidak biasa dari Resi Gajahyana. Kedatangan Ki Swandanu dan Ki Han...
Sejauh jarak sepuluh langkah, Sayoga yang agak pendiam telah bergumul seru dengan lawannya. Mereka tidak banyak bicara meski lawan Sayoga berusaha memanaskan hati lawannya yang sedikit lebih muda dari...
“Aku orang bebas dan kau tidak dapat berbuat sekehendak hatimu,“ kata Ki Kebo Surongudan. Agung Sedayu mengangkat bahu. Dia berkata kemudian, “Yah, saya tahu Ki Sanak orang bebas. Bebas memaki di hala...
Mataram belum tumbang tetapi ketenangan yang selama ini dianggap kokoh mulai retak dari tempat-tempat yang jauh dari pusat kekuasaan. Kabar yang saling bertentangan, gerakan yang sulit dibaca, dan nam...
Kemudian dengan suara rendah dan hampir seperti berbisik, Agung Sedayu menyusun langkah-langkah yang harus dilakukan oleh Sukra. Sukra tampak mengangguk sekali, dua kali, lalu meminta pengulangan kemu...
Sayoga dan dua lurah muda pasukan khusus sigap mengarahkan kepergian kawanan Ki Kebo Surongudan pada arah hutan kecil—yang terletak di antara pedukuhan induk dengan jalan yang menyambung ke Dusu...
Namun demikian, Ki Kebo Surongudan belum kehilangan kejernihan berpikirnya. Dia sadar bahwa menyerbu barak sama artinya dengan membuka permusuhan langsung terhadap Mataram. Barak itu bukan sekadar kum...
Perjalanan menuju kotaraja seharusnya hanya menjadi langkah biasa bagi Bondan Lelana—seorang anak muda dari Pajang yang ingin kembali menjejak tanah kenangan. Namun di tepi Sungai Brantas, takdir memb...
Yang terjadi di dalam lingkungan istana bertolak belakang dengan yang sedang memanas di Tanah Perdikan Menoreh. Pada hari yang sama dengan masuknya Agung Sedayu bersama Ki Wira Sentanu di ruang dalam ...









