Toh Kuning mengangguk dan ia dapat menerima penjelasan gurunya yang ternyata memang sengaja menyembunyikan keadaan Ken Arok. Meski ia belum mampu meredakan guncangan perasaan tetapi Toh Kuning memaksa...
Pada saat itu, Toh Kuning telah mencapai batas tertinggi tenaga intinya tetapi ia tidak mampu melepaskan diri dari kekuatan Begawan Bidaran. Begawan Bidaran kemudian berkata, ”Aku tidak akan membiarka...
Ia menunggu Pangeran Benawa agar lebih dekat, sementara lawan berlatihnya melesat seperti melayang di atas permukaan tanah!...
“Saya mohon ampun, Guru,” desah pelan Toh Kuning dengan rasa sesal. “Tidak ada yang perlu dimaafkan, Ngger!” ucapan Begawan Bidaran ini mengejutkan perasaan Toh Kuning. Kemudian kata Begawan Bidaran s...
Jalan setapak yang mereka lalui sungguh sunyi. Bahkan suara mereka pun seolah larut dalam keheningan. Udara seolah enggan membawa suara mereka berlalu dari Merbabu, angin sepertinya enggan bertemu ak...
Pangeran Benawa yang belum menginjak lima belas tahun telah menjadi saksi kehidupan di dalam istana Pajang. Banyak orang mengatakan bahwa ia akan menjalani hidup di atas orang kebanyakan sebagai seora...
Aku berada di belakang Ken Arok ketika ia melepaskan burung sebagai tanda rombongan Angger Mahendra telah melewati batas Alas Kawitan.”...
“Untuk itulah saya berada di sini, Eyang. Selain berpamit pulang, saya juga ingin menyampaikan apa yang telah saya dengar dari Adipati Hadiwijaya. Rencana paman Trenggana tentu akan membawa perubahan ...
Ia menatap tajam Toh Kuning yang masih berbaring namun telapak tangannya mengembang dan bergetar menghimpun tenaga inti. Tahulah ia bahwa Toh Kuning mencoba menjebaknya dengan sikap tidak berdaya....

