Matahari semakin terik, aku harus bergegas. Biar tak terpanggang. Panas! Aku menggerutu sepanjang jalan. Berlarian dengan sepatu bertumit tinggi membuatku acap kali hampir terjatuh. Mulutku terus meng...
Dia, teman setia. Menjadi penerang mata burem. Menutupi alis gundul. Walau tak bisa menyulap jadi cantik. Terkadang malah seperti barang antik. Dia yang sering terabaikan. Hilang! Dicari dimana-mana. ...
Serombongan emak berkado sebuah puisi untuk mensyukuri kehadiran seorang Murni Tiyana. Arek Mojosari. ========== Jatuh Satu-satu Bulir-bulir bening Di sudut mata hening Mbrebes nyaris terdengar mblebe...
“Ya, mungkin aku perlu juga Yang dilanjutan, aku ndlosor kan. Sampe mumet YangGu. Tugas ABDI aja ga paham kan aku?,” kata dia. Ucapku, “Itu kan derita loe?” Aku bisikkan dia, &...
Sanak kadang, kerabat dan handai taulan para pecinta Api di Bukit Menoreh. Assalamu alaikum wa rahmatullah. Semoga sejahtera selalu terlimpah bagi kita semua. Dengan sangat menyesal, saya harus ka...
Ki Rangga Agung Sedayu dengan daya ingat sangat tajam segera membandingkan dengan keadaan pesanggrahan Poh Pitu di masa lalu. Terkenang olehnya sikap Ki Jayaraga yang tidak dapat menahan diri untuk se...
Kegelisahan mulai mencekam Ki Sanggabaya. Seandainya bukan karena tugas dan rencana yang telah disusun bersama dengan Ki Rangga Agung Sedayu, ia sudah barang tentu meninggalkan tempat itu. “Malam tela...
Ki Lurah Kertawirya memasuki halaman barak pasukan khusus yang cukup luas. Dengan langkah lebar dan cepat ia menuju bilik tempat Ki Rangga Agung Sedayu sedang menunggu dirinya. Agung Sedayu mempersil...
Pertemuan itu ditutup dengan beberapa pesan dari Ki Rangga Agung Sedayu kepada kedua lurah prajurit pilihannya. Kedua orang itu segera keluar dari bilik Ki Rangga Agung Sedayu. Kemudian bergegas menem...

