Mataram belum tumbang tetapi ketenangan yang selama ini dianggap kokoh mulai retak dari tempat-tempat yang jauh dari pusat kekuasaan. Kabar yang saling bertentangan, gerakan yang sulit dibaca, dan nam...
Kemudian dengan suara rendah dan hampir seperti berbisik, Agung Sedayu menyusun langkah-langkah yang harus dilakukan oleh Sukra. Sukra tampak mengangguk sekali, dua kali, lalu meminta pengulangan kemu...
Sayoga dan dua lurah muda pasukan khusus sigap mengarahkan kepergian kawanan Ki Kebo Surongudan pada arah hutan kecil—yang terletak di antara pedukuhan induk dengan jalan yang menyambung ke Dusu...
Namun demikian, Ki Kebo Surongudan belum kehilangan kejernihan berpikirnya. Dia sadar bahwa menyerbu barak sama artinya dengan membuka permusuhan langsung terhadap Mataram. Barak itu bukan sekadar kum...
Yang terjadi di dalam lingkungan istana bertolak belakang dengan yang sedang memanas di Tanah Perdikan Menoreh. Pada hari yang sama dengan masuknya Agung Sedayu bersama Ki Wira Sentanu di ruang dalam ...
Demak sedang berada di puncak kekuasaan, tetapi kemenangan ternyata tidak selalu melahirkan ketenangan. Di balik keberhasilan menundukkan wilayah-wilayah timur, Raden Trenggana mulai melihat sesuatu y...
Di Kotaraja. Ketika Ki Wira Sentanu masih tertawan dengan pikirannya sendiri, kereta kuda Pangeran Purbaya meluncur memasuki halaman istana. Beberapa pengawal dan abdi istana yang melihat kedatangan i...
Dalam benaknya, Ki Demang Brumbung mencoba mengingat orang-orang yang mungkin masih bertugas di tempat itu. Wajah demi wajah melintas samar di ingatannya. Beberapa nama kawan lama yang pernah bertugas...
Malam temaram dan kabut seolah menjadi teman setia yang baik hati terhadap Ki Wira Sentanu di sudut jalan. Orang ini menguatkan tekad untuk menunggu hingga Agung Sedayu keluar dari kediaman Pangeran P...









