Ketenangan Sumur Welut terusik oleh gelombang perampokan yang kian berani dan terorganisir. Ki Lurah Guritna, perwira Majapahit yang bertugas di wilayah itu, mulai mencurigai bahwa para penyamun ini b...
Malam yang Membawa Kabar dari Pajang Di bawah remang senja, dua utusan dari Pajang datang tergesa menuju kotaraja, membawa pesan yang tidak biasa dari Resi Gajahyana. Kedatangan Ki Swandanu dan Ki Han...
Perjalanan menuju kotaraja seharusnya hanya menjadi langkah biasa bagi Bondan Lelana—seorang anak muda dari Pajang yang ingin kembali menjejak tanah kenangan. Namun di tepi Sungai Brantas, takdir memb...
Kao Sie Liong masih belum mengerti watak Toa Sien Ting. Ia berpikir bahwa memang seperti itulah kebanyakan sifat manusia. Selalu menganggap dirinya adalah wakil dari kebenaran tetapi yang dilakukan ju...
Kemudian Kao Sie Liong menutup ucapan lawan bicaranya. ‘Menteri Muda, berhentilah. Jangan teruskan untuk berbicara. Tubuh Anda akan menjadi semakin lemah.’ Kemudian ia memerintahkan seorang perwira ya...
Perwira-perwira muda ini sebetulnya adalah para prajurit yang sedang melakukan penyelidikan. Mereka adalah orang yang memiliki kemampuan tinggi. Kaisar Ning Tsung dan Menteri Zhang Xun Wei membentuk p...
Guru Bondan tersebut lantas melanjutkan, ”Aku telah meminta Bhre Pajang agar mengizinkan mereka berdua tinggal di padepokan. Sambil menunggu kedatangan Bondan, aku sengaja lakukan itu agar tidak ada ...
Malam beranjak sejengkal demi sejengkal menuju kegelapan. Seorang penunggang kuda melintasi bulak panjang dengan derap sangat cepat. Seolah sedang mengejar bayangan setan, sesekali ia melecutkan cambu...
”Ki Banyak Abang,” ulang Bhre Pajang lalu bangkit, berjalan maju setapak demi setapak, dengan tombak terjulur ke arah leher senapatinya, kemudian katanya, ”bukan kau pernah berjanji rela mati jika aku...




