0%
Still working...

Bara di Borobudur – Dua Utusan (Kilas Kisah)

Malam yang Membawa Kabar dari Pajang

Di bawah remang senja, dua utusan dari Pajang datang tergesa menuju kotaraja, membawa pesan yang tidak biasa dari Resi Gajahyana. Kedatangan Ki Swandanu dan Ki Hanggapati segera menimbulkan tanda tanya di rumah Nyi Retna Ayu, sebab perjalanan sejauh itu tidak mungkin ditempuh hanya untuk melepas rindu. Di tengah suasana yang tampak tenang, tersimpan kabar tentang perubahan besar yang mulai bergerak dari Pajang menuju tanah yang selama ini menjadi tempat Bondan menempa diri.

Pertemuan yang semula hangat perlahan berubah menjadi pembicaraan yang sarat pertimbangan. Dari Pajang tersiar berita tentang perpindahan pasukan Ki Nagapati, kemunculan kelompok asing yang mulai membangun pengaruh, serta kegelisahan Resi Gajahyana terhadap arah yang sedang ditempuh keadaan. Di tengah percakapan itu, nama Bondan terus muncul—bukan hanya sebagai murid yang dipanggil pulang, tetapi sebagai seseorang yang akan berdiri di pusat peristiwa yang lebih besar dari yang pernah ia bayangkan.

Di balik kabar politik, latihan kanuragan, dan bayang-bayang konflik, terselip pula urusan yang lebih sunyi: perjalanan hidup Bondan sendiri. Kerinduan pada masa lalu, janji yang belum ditunaikan, dan langkah menuju masa depan membuat kepulangannya ke Pajang terasa bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan awal dari keputusan yang dapat mengubah jalan hidupnya untuk selamanya.

Rahayu

Bagi para budiman dapat mengoleksi salah satu novel pdf “Bara di Borobudur“, dengan investasi Rp75.000. Kerelaan Anda memberikan kontribusi dengan cara membeli karya kami berarti turut menjaga keberlangsungan blog ini tetap dapat diakses secara gratis.

Tata gerak perolehan:

BCA 822 05 22297

BRI 31350 102162 4530 atas nama Roni Dwi Risdianto.

Konfirmasi transfer mohon dikirimkan ke Padepokan Witasem di SINI.

Kami akan mengirimkan link pustaka yang juga berisi kisah legendaris lainnya. Jadi kontribusi Anda tidak hanya untuk satu judul, tapi lebih dari itu.

Matur nuwun

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.