Padepokan Witasem
Bab 2 Wajah Kabut

Wajah Kabut 3

Tetapi, ketika tatap mata kami tidak sengaja bertemu, aku menangkap sorot sendu dari matanya. Aku terperosok ke dalam jurang yang dalam. Murung, sedih, dan tidak percaya diri, terpancar samar pada wajahnya.

“Aku baru tahu kalau ada bidadari di sekolah ini! Kemana saja mataku selama ini?” sesalku sambil menenangkan jantung yang terus berdebar dan membuat perutku mual.

“Hanya karena melihatnya, tubuhku menjadi hangat dan darahku mengalir lebih cepat. Apa yang terjadi padaku? Aku belum pernah merasakan seperti ini sebelumnya!”

Mataku terus mengikuti langkahnya hingga dia menghilang dari pandangan, “Cah Ayu[1] dengan wajah berkabut itu membawa pergi hatiku!”

Sejak hari itu, hidupku bagai pelangi. Aku lebih bersemangat pergi ke sekolah, walau tujuanku mulai terpecah. Rasa gelisah dan rindu mendera bila sehari saja aku tidak melihatnya. Gairahku menggebu ingin mendekatinya. Meski belum mengenalnya tapi hatiku sudah tertambat. Namun, aku tidak berani berterus terang pada teman-teman karena khawatir ditertawakan.

Danur yang pemalu dan pendiam jatuh cinta!

“Apakah aku jatuh cinta? Benarkah?”

Orang akan berkata, “Mana mungkin Danur jatuh cinta karena kencing lurus saja belum bisa? Dia hanya bisa jatuh cinta pada rumus matematika dan bola!”

Jadi yang aku lakukan kemudian hanya memendam perasaan yang terus berdenyar.

Aku memang pengecut karena tidak punya nyali, bahkan untuk sekedar berkenalan!

Diam-diam aku mencari tahu tentang semua yang berhubungan dengannya. Gadis ayu itu bernama Ratri. Madyaning Ratri. Dia adalah adik kelasku.

Tetapi bisik-bisik yang aku dengar dari teman-teman dan adik kelas, membuat aku sangat terkejut.

Ratri selalu murung karena dia gadis yang tidak beruntung. Dia pendiam dan sangat tertutup. Tidak banyak teman wanita yang sudi bermain dengannya karena ibunya adalah seorang pelacur. Seketika hatiku ciut.

Ratri, gadis yang dalam sekejap telah memikat hatiku adalah anak seorang pelacur!

Duh, Gusti! Benarkah kabar ini?

[1] Sapaan untuk perempuan muda dan cantik dalam Bahasa Jawa

Related posts

Wajah Kabut 4

Wajah Kabut 2

Wajah Kabut 1

Yekti Sulistyorini

Leave a Comment