“Apakah engkau belum banyak berubah dari masa mudamu, Sedayu?” bertanya Ki Patih Mandaraka dengan iringan senyum di bibirnya. Raut wajah Agung Sedayu pun memerah bagai seorang gadis yang sedang dipina...
Setelah menyeberangi jalan, Agung Sedayu dan Nyi Banyak Patra melintas gerbang Kepatihan. Dalam waktu itu, Agung Sedayu tidak bertanya pada prajurit jaga mengenai dua orang yang berlalu ke utara. Sean...
“Benar, kita dikelilingi oleh berita itu,” ucap Agung Sedayu. Dengan kening berkerut, senapati Mataram ini kemudian bertanya, “Nyi Ageng, dorongan yang Anda maksudkan itu, apakah semacam kasak kusuk y...
Pada malam itu, usai kemunculan Agung Sedayu dari bilik menuju balai prajurit, maka ramai orang berbisik-bisik membincangkan pertemuan mereka dengan senapati Mataram tersebut. Sebagian bersoal jawab m...
Agung Sedayu telah mencapai ladang liar yang luas ketika tirai kabut pagi itu mulai melayang naik. Rumput telah tampak begitu tinggi sehingga menghalangi persawahan yang terletak di belakang ladang it...
Walau bertarung dengan sebagian kekuatan, tapi Swandaru masih mampu menunjukkan bahwa dirinya masih pantas disebut sebagai murid Kyai Gringsing. Sehingga pada akhir malam itu, dengan segenap usaha, pa...
Sekar Mirah mengangguk sambil tersenyum lebar. Dia menyandarkan tongkat di tepi pembaringan seakan ingin berdiri, tapi Agung Sedayu cepat menahannya dengan duduk di samping ibu dari anaknya itu. Jari ...
Ki Garu Wesi mendengarkan penuh seksama. Dia tidak ingin bertanya walau tidak sepenuhnya percaya pada ucapan pemimpinnya. “Selalu ada tujuan lain dari apa yang dikatakannya itu,” kata Ki Garu Wesi dal...
Dari mana bantuan itu datang? Sedemikian cepatkah mereka mengetahui lumbung yang terbakar dan setepat itukah mereka mengetahui letaknya? Tidak ada yang salah dengan bantuan, tapi mengapa mereka diting...








