Selalu dan membuatnya terpaku. Aku memandang wajahnya, beku. Ujung daun berayun, mengangguk, menyapa,” Rahayu, kawan.” Kabut merebut pandangan, tersesat di belantara rindu. Menetes air dar...
Ia tertawa. Walau pedih hati, Sanumerta masih menebar rasa menyelimuti dadanya yang terluka. Berbicara dengan bau mulut yang luar biasa. Berjalan dengan aroma tubuh yang tidak biasa. Bernapas dengan u...
Kelopak mata Cah Gemblung terbuka lebar. Ternganga. Ia berseru. Aaaah.. Bothok teri. Diemplok. Tahu dipotong kecil-kecil. Diemplok. Oh mbak Indri, lihat wajahmu aku teringat bothok teri. Diemplok. Ber...
*Sayur Asem* Aku digemari banyak orang. Mereka memberiku nama, Sayur Asem. Emak menuangkan kacang panjang, kacang polong dan ada potongan daging yang membaur padaku. Di kota Tuban, aku sedikit pedas. ...
Melihatmu sendiri kala menahan lapar sama dengan melihat es tinta.. Kau berkata bahwa bahagia adalah ketika tercebur dalam semangkuk es tinta.. Tetapi semesta mengajarkan bahwa setiap kepul debu itu d...
Bumi Serpong Damai membawa pesan. Pearl. Berbagi tentang cinta. ======== Ia mengatakan, “Cinta yang terpatri pada batu candi, akan tergerus oleh hujan. Dan cinta yang dipahat pada setiap jengkal...
“Apa yang tengah berkecamuk dalam hatimu, Pangeran?” Rahwana menghampiri Indrajit yang berdiri di benteng Alengka. “Aku tidak menganggap Ayah sebagai orang yang serakah. Ayah adalah ...
Puisi liris yang ditulis keroyokan sejumlah emak yang berkumpul di Kelas Prosa Liris Kepak Sayap Angsa. Para emak mengambil peran sebagai ilalang agar dapat berkisah padamu. Tentang kemarau panjang. =...
Liris yang dibentuk dari huruf awal WARI..Setiap peserta wajib menulis kata dengan berawalan salah satu dari huruf kapital WARI..dalam satu kalimat.. Kami berkembang.. kami mendukung semuanya.. kami b...


