Dilihat 39 kali
Bondan meninggalkan kotaraja bersama tiga pengiring yang telah kenyang pengalaman. Di tengah perjalanan menuju Pajang, sebuah persinggahan sederhana justru menjadi awal dari ujian yang jauh lebih berat daripada sekadar menempuh jarak.
Di bawah pohon preh yang menjulang, Bondan menjalani lelaku rahasia warisan Resi Gajahyana. Tubuhnya dipaksa melewati batas daya tahan, sementara setiap tarikan napas menjadi pertaruhan antara hidup dan maut. Namun dari penderitaan itu, perlahan lahir kekuatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Ketika Bondan serta pengiringnya melintasi lereng Gunung Lawu, sebuah pertemuan dan isyarat bahaya menjadi pembuka petualangan silat berlatar sejarah Jawa zaman Majapahit
Klik INI: Tapak ngliman
Ketika perjalanan kembali dilanjutkan, rombongan memasuki wilayah yang menyimpan kenangan kelam. Ki Hanggapati mengenali tanda-tanda yang pernah membawanya pada pembantaian prajurit Pajang tanpa jejak pelaku. Sejak saat itu, setiap langkah mereka dipenuhi kewaspadaan.
Malam yang sunyi berubah menjadi panggung teka-teki. Cahaya-cahaya asing bergerak memasuki pedukuhan, sementara firasat para pendekar mengatakan bahwa sebuah rahasia besar sedang berlangsung di balik gelapnya lereng gunung. Mereka memilih mengintai daripada bertindak tergesa-gesa.
Apakah misteri pembantaian itu akhirnya akan terungkap? Ataukah Bondan justru akan terseret ke dalam pusaran bahaya yang selama ini tersembunyi di balik pedukuhan yang tampak damai?
Pertempuran sengit pecah di tepi hutan yang berbatasan langsung dengan Tanah Perdikan Menoreh. Para pengawal Menoreh terjungkal roboh, sekalipun mereka telah berada belasan langkah dari bagian luar perkelahian. Sedikit yang mampu bergerak dalam keadaan telungkup. Baca kisah lengkapnya di Jati Anom Obong 7
