Padepokan Witasem
Prosa Liris

Liris : Jack Sparrow, Meysarrow and This Day!

Dia, lelaki yang berkelebat di antara debur ombak samudera. Mata berhias celak hitam legam, tajam menghujam ke dalam setiap dada yang menatap.

“Aku, lelaki berkalang badai. Tiada gentar menerjang tantangan!” Begitu ujar Sparrow saat melihat musuh datang.

Dia adalah singa lautan. Laut Karibia adalah arena bermain bagi Sparrow. Black Pearl kapal kebesaran yang telah menghantar Sparrow menjelajah samudera.

Dia, Jack Sparrow. Lelaki bermata cokelat dengan rambut panjang berkepang. Luwes bermain pedang di ujung buritan. Melawan Barbossa sang pengkhianat!

loading...

“You’ve stollen me, and I’m here to take my self back!” Sangar wajah Sparrow menghunus pedang ke hadapan Barbossa.

Dengan tubuh yang berukuran semampai, lincah Sparrow menghindari setiap serangan Barbossa. Sparrow lebih suka menggunakan kecerdikan daripada kekuatan saat bertempur.

Sparrow tak hanya mahir bermain pedang. Senjata andalan berikutnya adalah pistol. Hanya dia yang memiliki kemampuan itu di antar para bajak laut.

Dalam beberapa jurus Jack berhasil melumpuhkan Barbossa. Tak ingin membuang waktu Jack segera mencabut pistol kesayangan miliknya. Sebuah peluru bersarang tepat di dada Barbossa.

Senyum kemenangan tersungging di bibir Jack. Giginya yang menghitam mengintip malu-malu. Seraya Jack berkata, “Why fight when you can negotiate?”

Ah, andai Barbossa lebih memilih untuk bermusyawarah dengan Sparrow. Jack pun merenggut kembali kekuasaan yang pernah dicuri anak buah kepercayaannya, Barbossa.

“Pasukan! Mari kita berlayar, angkat sauh, kembangkan layar! Samudera menanti kita!” Lantang suara Jack membelah sorak sorai kemenangan.

Menerawang mata Jack menatap hamparan laut di hadapan. Teringat kisah silam, bersama ayah tercinta Kapten Teague Sparrow. Dari ayah tercinta Jack belajar segalanya. Hanya satu yang tak pernah diajarkan ayah, membunuh rasa hampa di dalam dada. Jack menunduk haru, ada rindu yang tak mau pergi.

What a man can do and what a man can’t do.” Sebutir air matanya menetes ke laut lepas.

Sparrow masih larut dalam kesedihan. Dalam kebrutalan diri, Jack masih merindukan sosok wanita yang pernah dikenalnya saat berlabuh di Pelabuhan Banten.

Meysarrow nama perempuan itu, berkerudung putih dengan kebaya lengan panjang berwarna senada. Hati Jack bergetar dibuatnya.

“Kang Jack, kumaha damang? Sok mangga dileeut kopina!” Meysarrow menunduk malu menghadapi tatap mata Jack yang terpesona.

“Haturnuhun, Neng!” Dada Jack bergemuruh. Bergetar tangannya memegang gelas kopi.

“Duh, Gusti. Cinta atanapi naon ieu? Kumargi abdi teh nyepeung gelas karaos hesena timbang nyepeng pedang?” Jantung Jack berdebar kencang.

Lamunannya buyar oleh hentakan kapal yang menabrak ombak.

I miss you, Meysarrow.” Dikecupnya sapu tangan merah pemberian Meysarrow. Lalu diikatkan kembali di kepalanya.

Black Pearl terus berlari membelah ombak samudera. Sparrow bersulang mengangkat gelas perak tinggi-tinggi bersama para awak kapal.

Guys, better to not know which moment may be your last, alive to be mystery of it all!” Sang Kapten membakar semangat para awak.

“Cheers, Captain!” Serentak para awak menyambut semangat dari pemimpin mereka.

Malam tiba, Black Pearl memasuki perairan Afrika. Wilayah paling berbahaya sebab terkenal dengan para perompak yang tak kenal ampun. Sparrow mengingat pengkhianatan yang dia lakukan beberapa tahun silam.

Ketika dia membebaskan para budak yang harus dia antarkan untuk dijual. Apa yang Jack lakukan membuat Cuttler Beckett murka. Wicked Wench dibakar dan ditenggelamkan sebagai hukuman.

“You are a traitor, Jack!” Wajah Beckett memerah dengan bola mata seperti akan melompat keluar.

Sejak saat itu semua telah berubah. Gelar Bajak Laut disematkan kepada dia, Jack Sparrow. Jack tak menyesal. Dia justru bangga.

“My spirit will live on!” Kilau api gairah berkilat di matanya.

Thank you, Jack! We will never forget you!” Para budak memandikan Jack dengan doa dan ucap syukur.

Sekali lagi kulit Jack merinding dibuatnya. Adrenalin seperti terpompa deras dengan pembebasan itu. Jack bergidik, giginya gemeretak.

“The seas may be rough, but I am the Captain! No matter how difficult, I will always prevail.” Sparrow tak pernah kehabisan semangat. Dalam kamusnya tak kenal kata takut!

“I regret nothing, ever!” Diangkatnya pedang tinggi-tinggi seiring Wench Wicked yang telah karam.

Dia terus berlari, sambil mengumpulkan kekuatan dan menyusun rencana perang sebagai bekal menghadapi musuh.

Dan kini di atas Black Pearl, Sparrow tengah berdiri penuh kesiapan. Bagi Jack tak ada lagi yang bisa menakuti dirinya. Tidak ada!

Sambil meludahi mayat Beckett, Sparrow pun lirih berujar, “This is the day you will always remember as the Day you almost caught Captain Jack Sparrow!”

#KepakSayapAngsa
#ProsaLiris
#Perayaan1Suro
#MeyAmeida
#RoniRisdianto

 

Oleh : Meyda Sulthan

Wedaran Terkait

Songsong Bukan Puisi

admin

Sikil nJeber..

admin

Puisi :Peluk Senja di Lereng Lawu

admin

Puisi :  Aku Dalam Birumu

amazingdhee

Puisi : Tertikam Rasa/Lina Boegi

admin

Puisi : Temaram/Winy

admin

Leave a Comment

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.