Swandaru memandang pada arah Ki Hariman. Mereka belum pernah saling melihat, tapi ada sesuatu yang seakan menghubungkan keduanya. Seperti dua garis yang perlahan ditarik menuju satu pertemuan yang tak...
Sepertinya Ki Garjita dan empat orang lainnya tidak keberatan dengan rancangan Ki Astaman, bahkan menyambut dengan sangat baik. Demikianlah mereka mempercepat langkah, menyusul Swandaru. Langkah merek...
Dari sisi selatan Dusun Ringinlarik, suara ribut itu pecah seperti angin yang datang bersama hujan. Swandaru berhenti. Kepalanya hanya sedikit terangkat seperti sedang memastikan arah datang suara. Ta...
“Marilah, kita masuk ke dalam,” ajak Agung Sedayu pada Ki Jayaraga dan Glagah Putih. Ki Jayaraga cekatan menyalakan dua lampu minyak lalu menempatkan pada dua sisi yang berlawanan. Mereka duduk meling...
Ketika kabut Resi Gajahyana telah lenyap, Siwagati meloncat dan memeriksa satu demi satu keadaan para pengejar Bondan. Sumba Sena mengikutinya dan memberi pertolongan sekadarnya. Tidak ada luka-luka y...
Simpang Tiga Menuju Tanah Perdikan Jalan menuju Tanah Perdikan Menoreh mulai ramai sejak beberapa orang yang menyeberang di Kali Progo melangkah ke arah barat. Di beberapa tempat terlihat orang-orang ...
Tampaknya Harus Ada Keputusan Ketika perahu pertama telah merapat di tepi barat Kali Progo dan orang-orang yang menumpanginya mulai bergerak menuju Tanah Perdikan Menoreh, suasana yang jauh berbeda ju...
Beberapa saat, setelah meninggalkan gelanggang perkelahian melawan seseorang yang belum dikenalnya, Glagah Putih melintasi bagian dangkal Kali Opak tanpa tergesa-gesa. Di bawah suasana temaram, ...
Beberapa waktu sebelum Ki Hariman tiba di Kali Opak. Di istana, Ki Wira Sentanu keluar dari ruang pertemuan. Dia melangkah tenang tapi tampak sedanag memburu waktu . Beberapa saat kemudian dia telah b...
“Ketika sejumlah prajurit Jati Anom datang untuk berlatih bersama di padepokan serta keperluan yang lain,” jawab tegas petugas sandi. “Benturan tidak berlangsung lama, Pangeran. Setelah cantrik padepo...










