“Ki Rangga,” sambut Sabungsari lalu memberi tempat bagi Agung Sedayu untuk berdiri di sampingnya. “Perintahkan mereka untuk mundur,” kata Agung Sedayu pada lurah muda Mataram. Sabungsari pun beringsut...
Para peronda yang tumbang dan Sarja yang terlentang menjadi batas kemampuan mereka. Bahwa lawan mereka, Ki Garu Wesi, benar-benar berada di luar jangkauan kepandaian mereka, gelar perang mereka dan se...
“Tidak ada yang salah pada pilihan itu,” jawab Agung Sedayu, “Aku harus mengakui kau cukup berani mengatakan yang sebenarnya. Barangkali aku tidak mempunyai jawaban, Ki Tunggul Pitu. Bahkan, jika kau ...
“Tidak, tidak perlu,” kata Ki Widura, “kenyataannya adalah mereka menyebut Lemah Cengkar. Itu mempunyai kemungkinan yang dapat diperkirakan. Pertama, mereka memang telah bermukim di sekitar Lemah Ceng...
“Baik, aku setuju.” Untara menegaskan kemudian, “Paman, Sabungsari dan engkau , Prastawa. Mungkin yang dimaksud Agung Sedayu adalah kita tidak terjebak dalam perdebatan tentang Pangeran Ramapati. Ben...
“Kita tidak berada di ruang ini untuk menentukan hari pertempuran. Tidak juga untuk melakukan pengamatan di Lemah Cengkar. Apabila kalian bertanya tentang itu, tentang pengamatan, tentang kedudukan me...
Garis merah belum terlihat berpendar di kaki langit. Mereka beranjak lalu meninggalkan beranda ketika ayam jantan berkokok pada dini hari. Walau dapat dikatakan kesibukan prajurit mulai berkurang untu...
Panggraita Untara mengetahui kejanggalan yang ada di dalam hati adiknya. Sekilas Ki Untara menatap wajah Agung Sedayu. Dan sebagai seorang kakak, Untara tidak dapat dikelabui bahwa sebenarnya ia dapa...
“Swandaru!” teriak Agung Sedayu. Ia mencoba mencari jejak yang dikiranya dapat memberi terang untuk menelusuri keadaan adik seperguruannya. Ia berloncatan, hilir mudik, ia kehilangan pegangan!...

