Matahari terus menapak semakin tinggi. Kabut telah beranjak dan angkasa begitu cerah pada siang itu. Aku duduk berdua dengan ibuku di beranda. Beliau terlihat sangat cantik. Giginya berkilau dan sepe...
“Merampas dan menolong adalah dua perbuatan yang berbeda sifat. Ken Arok, kita merampas dari orang-orang kaya lalu membenarkan itu karena kita gunakan untuk menolong orang miskin. Sementara orang-oran...
“Aku ingin bicara denganmu malam ini di penginapan sebelah barat alun-alun,” lirih Toh Kuning berkata. “Baik, aku segera ke tempat itu jika tugas-tugasku selesai,” sahut Ken Arok sambil menyeka kering...
Namun Toh Kuning akhirnya dapat menerima kenyataan, bahwa perubahan yang terjadi dalam diri Ken Arok merupakan akibat dari kejadian yang berlangsung terus menerus. “Tentu saja satu peristiwa ke perist...
“Bagaimana, Toh Kuning?” Jerabang bertanya tidak sabar ketika mendapati Toh Kuning tiba-tiba telah berada di sebelahnya. “Kau harus menemukan kawan-kawan kita. Katakan pada mereka bahwa dalam satu pek...
Aku memasuki sebuah ruang yang berhawa tetapi tidak mempunyai angkasa. Aku tidak melihat tempatku berpijak, tetapi aku tidak melayang. Sesuatu yang padat lagi kenyal menjadi alas untuk dua kakiku. Pad...
Tiba-tiba aku merasa lapar, dan tanpa tahu penyebabnya, perih dan gatal mendadak sirna. Mungkin karena aku terpana dengan yang terpampang di depan mataku. Bisa karena jembut yang sebagian telah memuti...
Rasa gatal semakin dalam memasuki tubuhku. Ia tidak lagi merambat permukaan kemaluan, tetapi menyusup ke bagian dalam. Di balik kulit perutku, di setiap pembuluh darahku, bahkan merayap hingga rongga ...
“Gandrik!” seruan kaget terdengar dari para pemimpin kelompok Ki Arumpaka. Sejenak kemudian mereka tertawa dan memuji kecemerlangan nalar Ken Arok. “Tentu saja ia tidak akan menduga,” kata mereka berg...

