"Sukra!” “Saya, Pangeran.” Sukra bersuara tanpa memalingkan wajah. Ia memusatkan perhatian pada Ki Bluluk Rambang yang meluncur cepat. Sukra sudah membulatkan keputusan untuk tidak membiarkan musuh...
Ki Hanggapati dan Bondan menyelinap di antara kegelapan malam mengikuti rombongan Ki Jagabaya. Ma-lam itu banyak peronda yang berkeliling melakukan penjagaan, tetapi keduanya tidak mendapat kesulitan ...
Tanpa sadar, Sukra telah menghimpun segenap kekuatan yang tersimpan dalam dirinya. Pangeran Purbaya pun memberi isyarat agar anak muda Menoreh itu tetap bersikap tenang. “Perkembangan selanjutnya d...
Mula-mula ia ingin menarik perhatian Pangeran Purbaya, tetapi lelaki terhormat itu tampak telah bersiap dan memberi tanda agar Sukra menunggu perintah darinya....
Olah pernapasan yang dipelajarinya dari Sekar Mirah tanpa sengaja pun tak lepas dari pengamatan Nyi Banyak Patra. Tenaga cadangan yang dilimpahkan oleh Ki Patih Mandaraka pun menjadi semakin mendekati...
Sukra, kini engkau tahu bahwa ada orang-orang yang berkehendak merebut Mataram. Engkau pun menyaksikan bahwa keinginan mereka sangat kuat dan gerakan mereka begitu nyata....
Sebenarnya pedati-pedati itu tidak hanya berisi benda yang diperdagangkan. Mereka bilang Ki Buyut Menoreh menitipkan beberapa hadiah untuk Sri Jayanegara...
“Kami telah menguasai jalan yang lebih baik untuk menata pemerintahan. Yang Mulia Ki Patih Mandaraka, apakah Anda bersedia bergabung dengan kami atau melanjutkan pertarungan ini?”...
Kemudian ia palingkan wajah pada Ki Patih Mandaraka, “Aku hanya menunggu keputusan kalian, terutama engkau, gembel tua.”...



