Setelah hampir setahun tinggal bersama dengan saudara dan bibinya di Trowulan, Bondan memang mengalami kemajuan pesat terutama dari segi pengendalian diri....
Gunung Wilis. Aku tidak mengecilkan semangat kalian karena aku mempunyai keyakinan bahwa kita lebih senang mati daripada menjadi tawanan mereka...
“Siapkan diri kalian. Kita tidak sedang berhadapan orang-orang seperti prajurit Pajang dahulu. Mereka sudah jelas berkemampuan tinggi dan berjumlah cukup,” kata Ra Jumantara...
Beberapa dari mereka segera menyodorkan senjata milik orang Menoreh ke moncong dua ekor anjing kecil, lalu menyerahkan dua senjata itu pada orang yang menggendong anjing....
Tidak ada kata yang terucap dari orang-orang itu, termasuk Ki Rangga Ken Banawa yang berdiri mematung bergantian memandang Bondan dan gundukan tanah yang masih basah....
“Jaga mereka baik-baik!” seru Ken Banawa pada Bondan saat ia telah berada di luar halaman banjar. Ia kemudian membawa kudanya berlari cepat mengambil jalan memutar menyusul Jalutama ke ara...
Perjalanan ke Menoreh dan Pajang masih harus melewati tiga atau empat gunung lagi....
Lalu empat lainnya hampir tak sanggup melanjutkan pertempuran. Bondan memaksa hatinya agar tunduk pada perintah senapati Majapahit!...
Sementara itu, Ki Hanggapati telah terlibat dalam perkelahian seru dengan bekel pedukuhan. Ia cepat memotong jalan Ki Bekel yang awalnya akan bergabung memasuki barisan Ki Gancar Sengon....

