0%
Still working...

Toh Kuning – Bayang-bayang di Tumapel (Kilas Kisah Bab Siasat Ken Arok)

Dironda 9 kali

Toh Kuning tanpa sengaja mendengar sebuah pertemuan rahasia yang mengoyak keyakinannya. Dari tempat persembunyiannya, dia mengetahui bahwa orang yang selama ini dikenalnya dengan baik berada di tengah lingkaran orang-orang yang berhubungan dengan penyerangan di Bukit Katu. Sejak saat itu, Toh Kuning menyadari bahwa persoalan yang sedang dihadapinya jauh lebih besar daripada sekadar memburu para pelaku pembunuhan.

Setelah itu, Toh Kuning memerintahkan Jerabang untuk mengumpulkan seluruh kawan mereka dalam waktu sepekan, sementara dirinya berangkat menuju Tumapel. Perjalanan itu ditempuh dengan tergesa-gesa, menembus malam, melewati bukit, sungai, dan hutan tanpa memberi kesempatan sedikit pun pada keraguan untuk menguasai pikirannya.

Di Tumapel, Toh Kuning menemui Akuwu Tunggul Ametung sebagai seorang perwira Kediri yang datang membawa maksud baik. Pertemuan itu memberinya keleluasaan untuk bergerak di lingkungan Tumapel tanpa menimbulkan kecurigaan. Kesempatan tersebut digunakannya untuk mengamati keadaan kota dan sebagainya. Dari pengamatan itu, pertanyaan-pertanyaan baru bermunculan sehingga dapat membuat penyelidikannya menjadi semakin rumit.

Toh Kuning akhirnya bertemu dengan Ken Arok. Pertemuan yang telah lama dinantikannya itu berlangsung dalam suasana penuh kewaspadaan. Dua saudara seperguruan yang dahulu berjalan pada jalan yang sama kini berdiri pada sisi yang berbeda. Mereka saling menguji keyakinan, menguji pandangan tentang kesetiaan, keadilan, kekuasaan, dan masa depan Tumapel.

Sewaktu Jerabang berhasil mengumpulkan orang-orang kepercayaannya sesuai perintah, Toh Kuning bekerja sama dengan prajurit Tumapel untuk mempersempit ruang gerak kelompok yang sedang diburunya. Perlahan tetapi pasti, sebuah pengepungan mulai dibangun, dan jaring yang direntangkan itu menandai babak baru dalam perburuan yang akan segera mencapai puncaknya.

  • Udara Pedukuhan Jagaprayan di Kyai Plered 13 pun petjah ketika Pandan Wangi memburu orang terlemah dari pengeroyoknya saat terjadi benturan yang sangat keras.

Related Posts

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.