0%
Still working...

Situs Padepokan Witasem ini berisi lima kisah yang ditulis dengan latar belakang sejarah yang berbeda: Mataram Kuno, Kerajaan Kediri pada masa akhir menjelang lahirnya Singasari, Majapahit, Demak akhir pada masa kampanye militer Raden Trenggana ke Blambangan, serta Mataram Islam yang diwakili oleh Kitab Kyai Gringsing sebagai kisah carangan Api di Bukit Menoreh.

Sang Maharani membawa pembaca ke Mataram Kuno, mengikuti perjalanan seorang perempuan pada masa Rakai Panangkaran dan mencoba mencari jawaban, apakah ada konflik besar zaman itu?

Bondan dalam kisah Langit Hitam Majapahit dan Bara di Borobudur berkisah tentang seorang bangsawan yang memilih jalan pendekar pada masa Majapahit di bawah pemerintahan Jayanegara.

Penaklukan Panarukan menjadikan sejarah sebagai medan untuk menjelajahi alasan Pangeran Benawa memilih menyerahkan singgasana kepada Mataram dan menempuh jalan sunyi.

Kisah tentang Toh Kuning membawa pembaca ke masa akhir Kerajaan Kediri, ketika ia menjadi kawan petualangan Ken Arok sebelum kelak Ken Arok menjadi raja Singasari.

Kisah-kisah di dalam situs ini tidak hendak mengubah segala yang telah dicatat sejarah, ataupun menjadikan yang terjadi kemudian sebagai sebuah teka-teki. Kisah memilih memasuki bagian-bagian yang tidak tercatat: melihat peristiwa dari sudut yang berbeda, mendengarkan percakapan yang tidak pernah dituliskan, serta memberi ruang kepada para tokohnya untuk mempertanyakan keyakinan dan kebenaran yang mereka perjuangkan. Karena itu, mereka tidak selalu berdiri dalam batas hitam dan putih; seseorang dapat menjadi tokoh utama dalam perjalanannya sendiri, sekaligus menjadi lawan bagi orang lain.

Selamat menjelajah. Mudah-mudahan bermanfaat dan menghibur. Rahayu

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.