Dironda 17 kali
Perkembangan keadaan di Tumapel membawa Toh Kuning dan pasukan khusus Selakurung ke dalam rangkaian tugas yang semakin berat. Gerakan kelompok-kelompok yang berseberangan dengan kekuasaan Kediri tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan kecil, sementara hubungan berbagai pihak di Tumapel membuat keadaan menjadi semakin rumit.
Toh Kuning kemudian bergerak bersama pasukannya untuk menjalankan tugas terhadap kelompok Ki Arumpaka.
Pada saat yang sama, urusan orang-orang yang berada di lingkungan istana Tumapel berada dalam penanganan Tunggul Ametung. Dua jalur tindakan itu berjalan beriringan di tengah keadaan yang belum sepenuhnya dapat diperkirakan arahnya.
Perlawanan kelompok Ki Arumpaka menjadi bukti bahwa orang-orang yang dihadapi Toh Kuning bukan kelompok tanpa pengalaman. Toh Kuning dan pasukannya harus menghadapi orang-orang yang telah lama mengenal kerasnya pertarungan dan pergolakan kekuasaan.
Berbagai pandangan mengenai Kediri, Kertajaya, dan kedudukan Tumapel ikut mengemuka. Persoalan yang semula tampak sebagai tugas keprajuritan perlahan memperlihatkan kaitannya dengan keadaan yang jauh lebih luas daripada sekadar penangkapan sekelompok orang.
Rangkaian kejadian itu kemudian menjadi bagian dari perubahan suasana di Tumapel. Ketegangan antara Kediri, Tumapel, serta kelompok-kelompok yang bergerak di antara keduanya mulai membentuk jalannya peristiwa berikutnya.
- Perbedaan pendapat itu semakin runcing dan sangat meresahkan Sayoga saat bertempur melawan Ki Sarjuma. Kegelisahan itu mendorongnya cepat menuju Jati Anom Obong 36 yang belum juga reda.
- Kecepatan yang hampir tak terkira membuat Arya Penangsang seakan menghilang, lenyap dari samping Gerbang Demak 7 dan itu mengesankan dia sedang menghindari sebuah pertemuan.
- Dan Pengepungan yang dilakukan pasukan khusus Selakurung masih berlangsung….
