Dironda 20 kali
Pertarungan antara Gumilang dan Patraman terus berlangsung, sementara Laksa Jaya berusaha membawa Arum Sari menjauh dari arena pertempuran. Patraman mulai memperhitungkan keadaan di sekelilingnya dan mencari jalan untuk mengakhiri perkelahian secepat mungkin.
Sementara itu, Bondan yang tengah menghadapi Ubandhana berhasil melontarkan keris secara mematikan.
Bondan kemudian mendesak Ubandhana dengan serangkaian serangan menggunakan udeng. Ketika Ubandhana kehilangan keseimbangan dan berada di ambang maut, Ki Cendhala Geni datang menyelamatkannya.
Kehadiran tokoh yang pernah menjadi lawan Bondan di Kademangan Sumur Welut itu segera membangkitkan kembali pertentangan di antara mereka. Benturan antara Bondan dan Ki Cendhala Geni pun tidak terhindarkan.
- Rawa-rawa, perhitungan yang belum juga usai.
- Mungkin sudah usai tetapi Agung Sedayu segera sadar di Bara di Bukit Menoreh 38. “Bukan, maksud saya, dengan segala akibat yang mungkin sudah dipertimbangkan, Pandan Wangi lebih memilih untuk mengeraskan hati lalu mengambil sikap yang, saya kira cukup berani.”
- Tapi tidak untuk Bulan Telanjang 20 yang makin memuncak. “Oh, jadi kalian menuntut balas dendam? Hey, aku tak lagi menyimpan kehormatan!”
