Dironda 27 kali
Pertempuran di sekitar rawa-rawa belum menunjukkan orang yang akan bertahan hingga akhir. Ken Banawa berhadapan dengan Ki Cendhala Geni dalam pertarungan yang semakin keras, sementara benturan lain berlangsung di sekitar mereka. Tidak ada pihak yang bersedia membuka jalan, dan setiap perubahan kecil dapat mengubah keadaan seluruh pertempuran.
Di bagian lain, Gumilang menghadapi Patraman dan Laksa Jaya. Pertarungan itu membawa Gumilang pada sebuah pengenalan yang tidak pernah disangkanya. Patraman bukan orang asing baginya.
Keadaan menjadi semakin rumit ketika Laksa Jaya mulai terdesak dan Patraman harus berhadapan langsung dengan Gumilang. Pertemuan itu bukan lagi sekadar benturan senjata. Nama keluarga, kedudukan, kehormatan, dan pilihan Patraman ikut terseret ke tengah perkelahian.
Sementara pertarungan berlangsung, sebuah berita dibawa menuju Kahuripan. Ibhakara berhasil menemui Ki Cendhala Geni yang telah menduduki jabatan Patih Kahuripan. Berita tentang pergerakan pasukan menuju wilayah itu ternyata tidak mengejutkannya.
Kahuripan semakin dekat dengan bahaya, tetapi Ki Cendhala Geni mengambil tindakan yang tidak mudah diterka. Ketika senja turun dan orang-orang memenuhi alun-alun, buronan yang telah menjadi Patih Kahuripan itu meninggalkan Kepatihan seorang diri.
- “Rupanya kawanan serigala itu tidak mempunyai selera meski mereka sebenarnya kelaparan,” kata Pangeran Parikesit. Ucapan itu jelas bukan sindiran untuk Ki Cendhala Geni. Mereka berbeda zaman. Pangeran Parikesit mengatakan itu di Gerbang Demak 2 di sela perkelahiannya yang luar biasa.
- Tapi saat membaca bagian ini.. “…aku merasa tenang bila Kinasih dapat menyadap banyak pengalaman bersamamu.” Nah, penasaran pun muncul. Jadi, maksud Nyi Banyak Patra terhadap Agung Sedayu ini multitafsir. Sementara kita dibatasi ‘jangan menggunakan prasangka berlebihan’ karena Bara di Bukit Menoreh belum tuntas dibaca.
- Baiklah, kita tunda dulu segala prasangka. Mari selesaikan kisah Bondan yang masih sibuk dengan sepak terjang Ki Cendhala Geni yang belum lelah mendampingi kerusuhan di Rawa-rawa
