Dironda 81 kali
Ki Cendhala Geni meninggalkan Kahuripan setelah mengetahui bahwa Gajah Mada telah berhasil keluar dari kota. Dia menyadari bahwa keberadaan Gajah Mada dapat menggagalkan rencananya sehingga memilih segera bergerak menuju tempat pertemuannya dengan Ubandhana.
Setelah kepergian Ki Cendhala Geni, keadaan Kahuripan berubah. Gajah Mada menghubungi para prajurit yang masih setia kepada Bhre Kahuripan dan mengatur gerakan dari dalam kota. Pada saat yang sama, Ki Nagapati mengepung Kahuripan dari luar bersama pasukannya.
Kegagalan Ki Nagapati bertemu langsung dengan raja membuatnya meninggalkan keraton dengan pesan bahwa perubahan besar terhadap kedudukan Sri Jayanegara akan segera terjadi. Pergolakan yang sebelumnya berlangsung tersembunyi mulai menjalar ke wilayah yang lebih luas, dengan Kademangan Wringin Anom menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan keadaan tersebut.
- Pada bagian ini, perhatian Gajah Mada juga tertuju kepada Ki Nagapati dan masa lalu yang berkaitan dengan Lembu Sora serta Gajah Biru. Rawa-rawa.
- Lalu terdengar kemudian Ki Getas Pendawa bangkit berdiri dan berjalan pelan. Ia memutar tubuhnya lalu berkata, ”Apa alasan Angger Trenggana itu, Paman?” Kabut Tengah Malam 4, tepatnya.
- Sambil mengangguk di Kerusuhan Besar Bukit Menoreh 48, Ki Astaman menggeser bungkusan di pundaknya. Kemudian katanya singkat, “Saya ikut bermalam.”
