Matahari sudah menggatalkan kulit kepala ketika kelompok peronda berada lebih dekat dengan permukiman yang ditempati Ki Astaman dan kawan-kawannya. Mereka tidak lagi berhenti di batas tapi masuk, mele...
Ki Wedoro Anom lantas berpindah dari satu kelompok ke kelompok lain. Dari hari ke hari berikutnya dengan cerita yang sama dan tetap mengalir ringan dengan sedikit perubahan rasa. Meski begitu, perhati...
Kedatangan Ki Gede dan Pandan Wangi di Dusun Benda Pagi itu datang lebih cepat dari biasanya di Dusun Benda. Kabut masih tipis menggantung di atas pematang. Beberapa orang telah turun ke sawah, bekerj...
“Kita semua akan bersiap dalam senyap. Sepekan ini harus mencukupi untuk segala persiapan,” sahut Jalutama setelah melihat ayahnya mengangguk. Maka, Jalutama segera membeberkan rancangan y...
Namun kejutan itu tidak berlangsung lama. Cambuk-cambuk itu melengking di udara, memecah ketegangan yang sebelumnya masih terikat dalam tangan kosong. Ujung cambuk Ki Wiraditan yang berkilat seperti l...
Sebulan berjalan tanpa peristiwa yang mencolok. Di Kepatihan, susunan yang dijalankan bersama mulai menemukan cara kerja sendiri, meski belum sepenuhnya mantap. Agung Sedayu pun tidak lagi menetap dal...
Ki Wedoro Anom Menjalankan Rencana di Kotaraja Hari pertama di barak pasukan khusus berlalu tanpa gejolak. Ki Rangga Sanggabaya menunjuk Ki Wedoro Anom dan Ki Prana Aji sebagai wakil barak untuk menya...
Sore telah turun ketika rombongan kembali sepenuhnya ke barak. Kesibukan masih berlangsung, tetapi tidak sepadat siang hari. Beberapa orang mulai menjemput waktu istirahat, sebagaian bersiap untuk gil...
Pada waktu yang lain, Ki Wira Sentanu kembali menemui Ki Suralaga. Tidak ada basa-basi tapi mereka memilih tempat yang cukup jauh dari lalu lalang prajurit atau kemungkinan pemimpin lain melintas. Ki ...
“Jadi, siapakah orangnya dan bagaimana?” Ki Wira Sentanu berkata pelan, “ternyata dia tidak benar-benar terikat.” Ki Suralaga menggeleng, mengusap wajah lalu berkata, “Dia tidak terikat tapi mungkin k...










