Kidung Wit Asem

Puisi : Bukan Perempuanmu/Yuyun

Bukan Perempuanmu Di setiap malam selalu ada kata-kata yang disembunyikan, mereka akan terungkap ketika matahari terang bersinar. Pada setiap bayangan siang selalu ada kalimat yang terungkap, mereka akan bersembunyi di dalam pekat. Wajah palsu gores luka begitu dalam, sisakan perih Alirkan nanah Teriaklah! Cinta dalam nestapa akan terbang bersama keikhlasan. Saat kau memilih bersembunyi di […]

Kidung Wit Asem

Puisi : Sesak/Lela

Sesak Di setiap malam selalu ada kata-kata yang disembunyikan, mereka akan terungkap ketika matahari terang bersinar. Pada setiap bayangan siang selalu ada kalimat yang terungkap, mereka akan bersembunyi di dalam pekat. Jiwa yang lelah pada rindu yang terus bergelora. Menelisik ruang kalbu Bangkitkan kenangan yang samar Rindu ini akan terus hadir Hingga temu menjadi penawar […]

Kidung Wit Asem

Puisi : Temaram/Winy

Temaram Di setiap malam selalu ada kata-kata yang disembunyikan, mereka akan terungkap ketika matahari terang bersinar. Pada setiap bayangan siang selalu ada kalimat yang terungkap, mereka akan bersembunyi di dalam pekat. Namun, tak semua kata saat terang menjadi petunjuk kebenaran. Pun saat kelam, tak semua kata menjadi kalimat berselimut tanya.   Karya bersama Winy Rifmawati

Kidung Wit Asem

Puisi : Air Mata

Di setiap malam selalu ada kata-kata yang disembunyikan, mereka akan terungkap ketika matahari terang bersinar. Pada setiap bayangan siang selalu ada kalimat yang terungkap, mereka akan bersembunyi di dalam pekat. Di balik hujan tersembunyi rindu yang menggebu. Debaran halus penambah nikmat di hilirnya angin berhembus. Kesetiaan cinta sepanjang masa, tersembunyi air mata pengorbanan dua jiwa […]

Kidung Wit Asem

Puisi : Bersembunyi di Bawah Benderang

Di setiap malam selalu ada kata-kata yang disembunyikan, mereka akan terungkap ketika matahari terang bersinar. Pada setiap bayangan siang selalu ada kalimat yang terungkap, mereka akan bersembunyi di dalam pekat. Lalu sampai kapan pekat itu sanggup membenamkan kata-kata itu Sementara waktu tak pernah bersabar dengan engganku Aku sedang rindu, rasa ingin yang berdesakkan Mengalirkan semua […]

Kidung Wit Asem

Darah itu Kental, Jo!

Aku bicara dengan diriku tentang kamu dan dia. Aku menangkap getar suaraku melenggang, memasuki duniaku. Ia menaiki jalan terjal sebelum tiba di serambi hatiku. Ia menuruni lorong sempit lalu berhenti. Singgah di tempat berselimut kabut. “Gerah,” ia berkata padaku. Aku melihatmu menggeleng. Kamu lirih bersuara, “Hentikan. Kamu tidak mampu duduk berlama waktu di sini. Kamu […]

Langit Hitam Majapahit

Bondan – Langit Hitam Majapahit 3

Menyaksikan Wiratama terpental jatuh ke dalam sungai dengan air berwarna coklat, Bondan melayang secepat anak panah menyambar Wiratama yang hanyut oleh aliran sungai. Dengan menginjakkan tapak kakinya ke permukaan air, Bondan kembali mengapung di angkasa menuju  perahu  dan segera memeriksa keadaan Wiratama. Ia membuka baju yang menutup dada Wiratama dan tampak warna kebiruan berbentuk telapak […]