Di mana Ki Astaman? Yah, orang ini tidak melontarkan diri pada pergumulan hebat di halaman. Setelah berpisah dari Ki Garjita, Ki Astaman mengambil jalan memutar, mengarahkan perhatiannya pada tempat l...
Laskar gabungan yang dipimpin Pandan Wangi di sayap timur mulai berhasil mendesak mundur orang-orang perguruan bayangan. Pasukan ini bertarung dengan cara yang telah menjadi napas mereka; berkelompok ...
Pada bagian depan atau di dekat regol permukiman, Ki Wedoro Anom melangkah masuk, menyaksikan pertempuran lebih dekat. Dia berdiri beberapa langkah dari pinggir tanah lapangan yang digunakan orang-ora...
Perguruan di lereng Kendil. Langkah Ki Wedoro Anom terhenti beberapa tombak dari batas luar permukiman. Dia mengangkat tangan, memberi isyarat agar barisan berhenti. Derap kaki serentak mereda. Bebera...
Pada hari yang ditentukan oleh Ki Rangga Sanggabaya, di halaman timur, sejumlah prajurit berbaris rapi dengan senjata, panji dan rontek dalam genggaman. Mereka tidak lebih dari tiga puluh orang. Di sa...
Hari berikutnya, dalam waktu yang hampir bersamaan dengan rencana Ki Sanggabaya bicara dengan sebagian orang, Ki Gede dan Pandan Wangi duduk di bagian dalam kediaman. Suasana tenang mengalir pelan sep...
Dalam perjalanannya kembali ke Kepatihan, Nyi Ageng Banyak Patra memikirkan ucapan cucunya, Sunan Agung. “Ada rencana yang tetap mereka jalankan, dan itu berhubungan dengan kitab Kyai Gringsing. Tentu...
Matahari belum jauh tergelincir ketika Pangeran Purbaya menerima izin Sunan Agung agar datang menghadap. Beberapa persoalan sudah berada di dalam kepalanya termasuk urusan Agung Sedayu. Hanya dua oran...
Angin pagi berhembus sejuk ketika matahari menebarkan panas yang dapat membangunkan peronda yang ketiduran di gardu jaga. Pembicaraan kemudian beralih ke langkah-langkah yang mungkin dapat ditempuh—si...







